Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Terapkan Program Tutup Tanam, Pemkab Nagekeo Dinilai Tidak Pro Rakyat
Regional NTT

Terapkan Program Tutup Tanam, Pemkab Nagekeo Dinilai Tidak Pro Rakyat

By Redaksi25 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Siprianus Go'o, Bendahara P3 A, KM 1-Empat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, VoxNtt.com- Petani di Mbay mulai sedikit resah terkait program tutup tanam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagekeo.

Pasalnya, selama tiga bulan ke depan Pemkab Nagekeo menerapkan kebijakan tutup tanam di sawah-sawah para petani.

Petani menilai program tersebut tidak pro rakyat. Sebab, saat ini di Mbay para petani banyak yang gagal tanam dan gagal panen.

Ketika ada program pemerintah melakukan tutup tanam, maka bisa menyebabkan kesulitan ekonomi bagi petani. Sebab, padi dipastikan tidak lagi menjadi andalan warga.

Siprianus Go’o, Bendahara P3 A, KM 1-Empat kepada VoxNtt.com saat di temui di kediamaanya, Sabtu, (25/2/2017) malam mengatakan, rencana tutup tanam oleh Pemkab Nagekeo tidak menguntungkan warga. Bahkan bakal menambah penderitaan petani di Mbay pada umumnya.

Sipri mengaku, petani di Mbay pada tahun 2016 sampai di 2017 ini, banyak yang mengalami gagal tanam dan gagal panen.

Padi, satu-satunya tanaman yang bisa dikembangkan para petani di tempat ini untuk menutupi kebutuhan ekonomi mereka.

“Kalau memang ada rencana tutup tanam pemda juga harus berpikir bagi petani salama tidak melakukan aktifitasnya. Jangan sampai petani bisa pergi curi hanya untuk biaya kehidupan sehari-hari,” kata Sipri.

Herman, petani lainnya mengatakan, ada baiknya program Pemkab Nagekeo melakukan tutup tanam yaitu untuk mengurangi hama pada padi.

Namun di lain sisi, kata Herman, Pemkab Nagekeo harus memikirkan kebijakan lain agar para petani tidak kesulitan menutupi kebutuhan ekonomi mereka.

Karena itu ia berharap agar DPRD dan Pemkab segera mencari solusi atas keluhan para petani di Mbay. (Arton/VoN)

Nagekeo Ngada
Previous ArticleIsu Politik Uang Menguat Jelang Pilkades Compang Wesang Matim
Next Article Corps Dai Dompet Dhuafa Gelar Training Baca Al-Quran di Labuan Bajo

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.