Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Isu Politik Uang Menguat Jelang Pilkades Compang Wesang Matim
VOX DESA

Isu Politik Uang Menguat Jelang Pilkades Compang Wesang Matim

By Redaksi25 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas PMD Matim, Paskalis Serajudin
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com- Isu politik uang (money politics) menguat jelang pemilihan kepala desa (Pilkades) Compang Wesang, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Belum tahu asal usulnya, tapi yang jelas isu tersebut membuat masyarakat pemilih resah.

“Kami dug-dag ini, apalagi Pilkades sudah dekat. Kami takut kalau mereka edar uang, suara nanti akan terganggu. Jujur saja kami ini tidak punya kepentingan apa-apa. Tapi kami mau supaya Pilkades ini jujur dan orang nanti pilih pake hati bukan karena uang,” kata Florianus Lurut, warga Kampung Wesang saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (25/2/2017).

Menurutnya, peluang politik uang cukup terbuka mengingat ada calon yang menyiapkan dana besar. Di samping itu,  sumber daya pemilih yang rendah dan bermental pragmatis.

Sebab itu, lanjut Lurut, ia dan kelompoknya mengadakan ronda malam untuk mencegah oknum-oknum tertentu yang ingin menyuap pemilih di lingkungannya.

“Sejak kemarin kami tidak tidur. Kami jalan-jalan di sekitar kampung untuk jaga-jaga. Kalau kedapatan (bagi uang), kami tangkap dia,” imbuhnya.

Menanggapi isu ini, Kepala BPMPD Matim Paskalis Serajudin meminta agar calon kades yang melakukan politik uang diadukan saja ke aparat penegak hukum. Biarlah penegak hukum nanti yang mengambil sikap sesuai aturan yang berlaku.

“Money politics laporkan ke polisi untuk lakukan penyelidikan,” katanya saat dihubungi melalui pesan singkat, Sabtu.

Jika dalam proses hukum, lanjut Serajudin, dugaan politik uang yang disangkakan kepadanya terbukti menurut putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, yang bersangkutan dapat diberhentikan.

“Kadesnya dicopot walaupun sudah terpilih,” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, Pilkades Compang Wesang diikuti oleh 5 calon. Kelimanya akan memperebutkan 639 suara yang akan terbagi ke dalam 2 TPS; TPS 1 di Wesang dan TPS 2 di Golo Ara. (Ano Parman/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleJATAM: Saatnya Indonesia Sejahtera Tanpa Freeport
Next Article Terapkan Program Tutup Tanam, Pemkab Nagekeo Dinilai Tidak Pro Rakyat

Related Posts

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026
Terkini

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.