Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Maras Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan Inspektorat Matim
Regional NTT

Warga Maras Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan Inspektorat Matim

By Redaksi26 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rabat beton di Maras, Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese- Matim
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com– Sampai saat ini, Warga Maras, Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese masih menunggu tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat Manggarai Timur (Matim) atas proyek rabat beton di wilayah mereka.

Menurut warga, Inspektorat sudah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap rabat beton ini.

“Mereka datang bawa dengan meter terus mereka ukur,” kata seorang warga Maras yang meminta namanya tidak dimediakan kepada VoxNtt.com, Minggu, (26/2/2017).

Walaupun sudah diperiksa, namun hingga kini warga pun belum mendapatkan informasi mengenai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan tersebut.

“Kami ini sedang tunggu seperti apa tindak lanjutnya setelah mereka periksa,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kepala Inspektorat Matim tidak bisa dikonfirmasi meski sudah dihubungi melalui pesan singkat, Minggu.

Sebelumnya diberitakan, warga kesal lantaran rabat tersebut diduga dibuat asal jadi. Menurut warga yang melihat langsung, rabat tersebut dibuat tanpa fondasi.

Baca: Dikerjakan Asal Jadi, Rabat Beton di Maras Disoalkan Warga

Selain tanpa fundasi, struktur rabat tersebut diduga bermasalah lantaran cairan semen dicor langsung di atas tanah tanpa dilapisi batu pecahan.

Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh Kepala Desa Golo Loni Gabriel Gandut. Ia menjelaskan proyek rabat beton tersebut sudah dikerjakan sesuai rencana. Kalaupun ada keluhan warga, ia menjamin itu tidak benar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun VoxNtt.com pada hari Minggu, 12 Februari 2017, volume rabat ini 626 meter, drainase 258 meter, dan 2 unit deker. Anggarannya dibiayai dari dana desa tahun 2016 sebesar Rp. 595.470.000. (Ano Parman/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleRangkap Jadi PPK Proyek RSUD, Pengadaan Obat untuk Puskesmas di Matim Telantar
Next Article Kapolda NTT : “Saya Tekankan Tidak Ada Pungutan Administrasi “

Related Posts

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026
Terkini

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.