Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kapolda NTT: Polisi Harus Lebih Rendah dari Masyarakat
NTT NEWS

Kapolda NTT: Polisi Harus Lebih Rendah dari Masyarakat

By Redaksi28 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapolda NTT, Brigjen Polisi Agung Sabar Santoso
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com– Kapolda NTT,  Brigjen Polisi Agung Sabar Santoso meminta anggotanya untuk memosisikan diri lebih rendah dari masyarakat. Hal ini bertujuan agar Polri bisa lebih melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat dengan baik.

“Kalau polisi lebih tinggi kan, yang ada hanya perintah. Tapi kalau polisi lebih rendah, maka akan humanis dan bisa melayani masyarakat dengan baik. Jadi, prinsipnya polisi harus lebih rendah dari masyarakat,” katanya dalam acara tatap muka dengan ratusan pegawai Pemkab Matim di Aula Setda, Selasa (28/2/2017) siang.

Gagasan ini, lanjut Mantan Wakapolda Lampung tersebut, merupakan bagian dari reformasi internal Polri yang saat ini sedang berjalan. Reformasi ini bertujuan agar Polri sadar bahwa dirinya adalah pelayan dan pelindung masyarakat.

“Jadi, polisi itu harus melayani bukan dilayani. Dan melayani juga harus cepat dan mudah. Jangan urusannya mudah tapi sengaja dipersulit,” katanya.

Sebab itu, sebelum meninggalkan ruangan acara, Jenderal Berbintang Satu itu sempat menyampaikan permohonan maaf atas perilaku anggotanya yang tidak berkena. Ia berharap masyarakat tidak kecewa dan terus mengawasi tugas dan kewenangan anggotanya di lapangan.

“Di Polri ini kan ada 10 ribu sifat. Sifat ini beda-beda. karakternya juga gitu. Jadi saya mohon maaf atas sikap mereka yang mungkin menyakiti hati masyarakat selama ini. Satu harapan saya, masyarakat terus awasi,” imbuhnya. (Ano Parman/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleSoal Sengketa Lahan di Manggarai, Ini Kata Kapolda NTT
Next Article Meski Kalah Dalam Pilkades, Yosef Jehalu Tetap Gembira

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.