Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»TKI Ilegal NTT Banyak yang Meninggal, Sekjend BaraJP Angkat Bicara
HEADLINE

TKI Ilegal NTT Banyak yang Meninggal, Sekjend BaraJP Angkat Bicara

By Redaksi28 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekjen BaraJP, Utje Gustaf Patty (Kanan) bersama Presiden Jokowi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt.com- Kasus Kematian Linda Bunu (36), TKI asal Watu Bera, RT.13/RW.007, Kelurahan Kalembu Kuning, Kota Waikabubak, Sumba Barat, provinsi NTT memang telah menambah panjangnya persoalan perekrutan, penempatan dan perlindungan  Tenaga Kerja Indonesia di luar Negeri. Hingga kini kasus-kasus tersebut seakan sudah menjadi langganan di provinsi yang sedang dipimpin Frans Lebu Raya itu.

Atas persoalan ini, Sekjen Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP), Utje Gustaf Patty angkat bicara.

Ketika ditemui VoxNtt.com di Markas DPD BaraJP NTT, (Selasa 28/02/2017) Utje menjelaskan, kasus Human Trafficking di NTT segera membutuhkan perhatian khusus dari semua pihak.

Menurut dia, saat ini perlu ada terobosan dan kebijakan baru untuk mencegah dan mengatasi masalah kronis ini, khususnya ke Negara tujuan yaitu Malaysia.

“Selama pelaksanaan perekrutan dan pengiriman TKI masih menggunakan banyak pintu maka kasus ini belum pernah bisa terselesaikan. Kita butuh terobosan kebijakan baru untuk mempersempit peluang kejahatan ini, seperti di Negara Korea ataupun Jepang yang menggunakan kerja sama G to G  dengan Negara Indonesia. Di dua negara tersebut, permasalahan Human Traffiking hampir nol persen,” ungkap Utje.

Harus diakui, kata dia, pemerintah dalam hal ini BP3TKI memiliki keterbatasan dalam menghadapi banyaknya Perusahaan Jasa TKI (PJTKI). Belum lagi masih banyaknya Perusahaan Jasa Pengiriman TKI yang ilegal.

Tentunya persoalan seperti ini membuka banyak pintu dan peluang kejahatan dan tentu saja banyak kecolongan terjadi.

Oleh karena itu, Utje menegaskan harus segera memperkecil ruang gerak dengan mengedepankan satu pintu pengiriman TKI antara pemerintah ke pemerintah.

Hal ini juga sudah disampaikan Dubes RI di Malaysia, Herman Prayitno dalam pertemuan dengan BaraJP beberapa waktu lalu di Kuala Lumpur.

Utje juga mengajak Pemerintah Daerah agar pro-aktif mengatasi masalah Human Traffiking di NTT. Pemerintah tidak boleh diam.

“Dalam hal persoalan pemberantasan Human Trafficking, kami BaraJP berkomitmen untuk memutuskan mata rantai ini. Kami sudah sampaikan kepada Bapak Presiden dengan solusi G to G. Ini persoalan harkat dan martabat anak bangsa, ini persoalan harga diri bangsa,” tegas Utje.

Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang, Tato Tirang mengatakan, selama dua bulan terakhir di tahun 2017 ini sudah 17 orang TKI ilegal asal NTT yang dipulangkan dalam kondisi meninggal dunia.

Tato yang dikonfitmasi di ruang kerjanya, Senin (27/2/2017) menambahkan, di tahun sebelumnya, 2016 terdapat 46 TKI dipulangkan meninggal. Sebanyak 41 orang diantaranya merupakan TKI Ilegal.  (Dede-KR/VoN)

Kota Kupang
Previous ArticlePolres dan Kodim 1625 Ngada Solid, Kapolda NTT Apresiasi
Next Article Ini Nama Pengganti Edi Endi dan Agus Galut di DPRD Mabar

Related Posts

Penyidik Polresta Kupang Dinilai Tak Berani Periksa Tim SPPG Polda NTT

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.