Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Soal Tambang Pasir Wae Reno, Ferdy Hasiman: Hentikan atau Dihajar Malapetaka
Regional NTT

Soal Tambang Pasir Wae Reno, Ferdy Hasiman: Hentikan atau Dihajar Malapetaka

By Redaksi8 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengamat ekonomi-politik sekaligus peneliti Alpha Research Database Indonesia, Ferdy Hasiman
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Peneliti Alpha Research Database  Indonesia, Ferdy Hasiman meminta Bupati Deno segera mengeluarkan instruksi menghentikan penambangan pasir di Wae Reno.

Menurutnya, penambangan tersebut tergolong masif dan bisa membawa malapetaka bagi banyak orang, terutama di sekitarnya.

“Jangan ada lagi penambangan di situ. Keadaan yang ada saja sudah bisa memicu longsor dan kecelakaan bagi warga yang melintas. Jika tidak saya kira malapetaka pasti datang”, katanya kepada wartawan melalui WhatsApp pada Selasa (7/3/2017).

Sebab itu, Penulis Buku Monster Tambang ini meminta pemerintah tidak lagi menunda-nunda dalam mengambil keputusan.

“Tidak perlu lagi kajian macam-macam, toh kenyataannya angker sekali. Yang dibutuhkan sekarang ini adalah keputusan politik yang berani dari pempin daerah yaitu bupati”, tegasnya.

kondisi badan jalan yang hampir terputus akibat galian pasir

Ia kesal dengan cara pikir pemerintah yang cenderung pragmatis dan tidak berpihak pada kepentingan umum.

“Jangan hanya karena ngebet mau bangun infrastruktur dan mengais rejeki, lalu abaikan kepentingan banyak orang”, tegas Hasiman.

Pantauan wartawan di lokasi, pengerukan terjadi di beberapa titik dengan bantuan puluhan eksavator.

Salah satu titik terlihat di dekat Robo. Jika tidak dihentikan, titik ini bakal mengancam keberadaan kampung ini.

Selain itu, titik rawan lain terlihat di samping jalan negara Ruteng-Borong. Di lokasi itu, pengerukan sudah menyentuh bahu jalan. Jika tidak dihentikan, jalan negara Ruteng-Borong putus. (Ano Parman/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleTahun 2017, Produksi Kopi di Matim Bakal Merosot
Next Article TP4D Telah Diluncurkan, Kejari Ngada Siap Dampingi Pemda

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Uskup Ruteng: Indonesia Tak Kekurangan Orang Pintar, Tapi Krisis Hati Nurani

19 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Kerajaan dan Keadilan yang Dibangun dalam Roh vs Yang Dibangun dalam Nafsu

19 Juli 2026

Pemkab Manggarai Pastikan Kesehatan Peserta MPA PMKRI

18 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.