Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Baru Tribulan Pertama, Kasus Kekerasan Seksual di Ngada Bertumpuk
NTT NEWS

Baru Tribulan Pertama, Kasus Kekerasan Seksual di Ngada Bertumpuk

By Redaksi9 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Tribunews.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT– Sejak Januari hingga Maret tahun 2017 ini, kasus kekerasan seksual anak di bawah umur di Kabupaten Ngada dan Nagekeo bertumpuk.

Pihak Polres Ngada menghitung baru tribulan pertama tahun ini, kasus tersebut bertumpuk hingga mencapai 9 kasus.

Kapolres Ngada, AKBP Andy Nurwandy  kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis (9/3/2017) mengatakan, kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kian hari terus mengalir. Berdasarkan data yang  ditangani pihak Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ngada sudah sembilan kasus. Diantaranya Nagekeo terdapat 2 kasus dan Kabupaten Ngada sebanyak 7 kasus.

Terkait maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur ini, Kapolres Nurwandy menghimbau kepada orang tua agar tetap menjaga pergaulan anak. Arahkan mereka ke jalan yang benar agar terhindar dari ancaman kejahatan seksual.

“Kami menghimbau kalangan orang tua di Ngada dan Nagekeo lebih selektif lagi mengawasi anak-anak terutama yang berada di pendidikan bawah sampai atas,” ujarnya.

Nurwandy menjelaskan, kalangan anak-anak dan generasi muda memiliki waktu paling banyak di rumah dan sisanya di sekolah dan masyarakat.

Baca: Di Ngada, Kasus Kekerasan Seksual Anak Bawah Umur Meningkat

“Jadi, pendidikan anak penting dilakukan untuk menjadikan anak tersebut memiliki karakter mulia dan dapat membentengi diri dari pengaruh semakin maju ini,” imbuhnya.

Dia menambahkan selain orang tua, pihak sekolah juga mesti mendidik budi pekerti yang baik. Pelajaran budi pekerti mesti ditingkatkan intensitasnya.

Baca: Soal Kekerasan Seksual Anak Bawah Umur, Kapolres Ngada: Tidak ada kata damai bagi pelaku

Dikatakan, meskipun berperan sebagai penegak hukum, saat ini pihaknya rutin melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Itu mengenai pentingnya memberikan pencegahan terkait kasus seksual sejak dini. (Arkadius Togo/VoN)

Nagekeo Ngada
Previous ArticleMarten Selan Curhat Sikap Masa Bodoh Pemkab Kupang Soal Banjir Bolok
Next Article Ini Jawaban Fraksi NasDem Terkait Kunjungan Pansus RUU Pemilu ke Jerman dan Meksiko

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.