Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Andri Garu Diminta Bahas Persoalan Penyelewengan Dana Desa di Pusat
Regional NTT

Andri Garu Diminta Bahas Persoalan Penyelewengan Dana Desa di Pusat

By Redaksi10 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Andri Garu saat memberikan arahan kepada Kader DPC Hanura Mabar
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT– Anggota DPD RI, Adrianus Garu diminta untuk membahas persoalan penyelewengan dana desa di sejumlah desa di Manggarai Barat (Mabar) dengan Pemerintah Pusat.

Permintaan itu disampaikan sejumlah Kader DPC Partai Hanura Mabar saat acara dialog bersama pengurus DPP Hanura di Labuan Bajo, Jumat (10/3/2017).

Dalam acara pengukuhan pengurus baru DPC yang berlangsung di kantor Hanura Mabar itu, kader mengharapkan Andri Garu bisa menyampaikan berbagai penyelewengan desa dengan pemerintah pusat.

Kader Hanura, Nikolaus Kelani mengatakan persoalan di Mabar akhir-akhir adalah para kepala desa sering menyelewengkan dana desa. Hal tersebut dianggap menjadi persoalan biasa oleh masyarakat dan kepala desa itu sendiri.

Menurut dia, proyek dana desa hanya diurus oleh kepala desa tanpa melibatkan masyarakat. Apalagi, informasi penggunaan dana desa yang cendrung tertutup dengan masyarakat.

“Kami minta Pak Andri Garu untuk membahas permasalahan dana desa di Mabar ini di Jakarta. Agar Pemerintah Pusat di Jakarta tahu kalau ada persoalan pengunaan dana desa di Mabar,” ujar Nikolaus.

Sementara itu, Andri Garu dalam tanggapannya mengatakan penyebab terjadinya penyelewengan dana desa disebabkan oleh berbagai faktor. Itu antara lain, Pilkades langsung, gaji kepala desa yang sangat kecil, serta mental dan prilaku masyarakat itu sendiri.

Untuk menghilangkan kebiasaan penyelewengan desa, maka semua masyatakat harus mengubah mental terlebih dahulu.

Salah satu pengurus pusat Hanura itu menambahkan, para kepala desa tidak boleh sepihak dalam menjalankan pembangunan desa.  Semua masyarakat harus dilibatkan.

Ia juga meminta masyarakat wajib mengawas pembangunan di desanya.

Manurut Andri Garu, jika masyarakat aktif bersama-sama mengawasi, maka penyelewengan pengunaan dana tidak dilakukan oleh para kepala desa. (Gerasimos Satria/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticlePemda Sikka Belum Respon Laporan Bencana SMK Budi Luhur, Kodim Sikka Turun Tangan
Next Article Maju Bupati Sikka, Stef Say Sarankan Nong Susar Ke DPRD Propinsi

Related Posts

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah di Labuan Bajo, Kepala BPN Mabar Mangkir dari Panggilan Polisi

9 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.