Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jalan Lapen Wae Reca-Tanah Bakok Mubazir
Regional NTT

Jalan Lapen Wae Reca-Tanah Bakok Mubazir

By Redaksi13 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jalan lapen Wae Reca- Tanah Bakok, kota Borong
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Jalan lapen dari persimpangan Wae Reca menuju Tana Bakok, kota Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mubazir.

Pasalnya, jalan lapen yang dibangun tahun 2015 lalu itu hingga kini tidak dilewati kendaraan karena buntu.

Pantauan VoxNtt.com di lokasi, kondisinya cukup memprihatinkan. Di beberapa titik terlihat sudah mulai rusak.

Parahnya lagi, di jalur Wae Reca-Tanah Bakok ini terdapat longsor. Material longsor berserakan di badan jalan dan sampai sekarang belum dibersihkan.

Selanjutnya, di ruas ini tampak rumput liar menjalar bebas ke badan jalan. Di kiri dan kanan rumput terus bertumbuh subur menutupi jalan lapen tersebut.

Jek, warga yang ditemui di lokasi mengaku jalan ini tak pernah dilalui kendaraan. Hal ini terjadi karena jalan Wae Reca- Tanah Bakok masih buntu.

Dia mengaku heran dengan sikap ngotot pemerintah kabupaten Matim untuk membangun lapen di ruas ini.

Padahal kata Jek, masih banyak jalan di Matim yang perlu mendapatkan prioritas pembangunan.

“Pak lihat kan, jalan ini tidak ada gunanya. Tapi kenapa pemerintah ngotot sekali. Yang kasihan itu uang negara habis percuma,” katanya kepada wartawan, Minggu (12/3/2017).

Jek berharap ke depan pemerintah tidak boleh lagi membangun jalan sesuka hati. Membangun jalan perlu memperhatikan urutan prioritas dan manfaatnya bagi masyarakat.

“Ada banyak kampung di Manggarai Timur yang lebih membutuhkan. Harusnya jalan seperti ini dibuat di situ. Jangan di situ tidak tidak ada pemukiman, kita bangun jalan di situ. Apa jadinya sekarang, mubasir kan?,” tukasnya.

Diduga lapen ini dibuat untuk memudahkan akses ke rumah baru milik seorang pejabat besar di Matim.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Matim belum berhasil dikonfirmasi terkait mubazirnya jalan Wae Reca- Tanah Bakok tersebut. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleBegini Cara Perbaiki Jalan Provinsi di TTS Walau Anggaran Terbatas
Next Article Pemkab Matim Dinilai Lamban Tangani Bencana Tanah Longsor

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.