Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Mingguan Warta Perempuan Gelar Diskusi Bahas Masalah Perempuan NTT
Regional NTT

Mingguan Warta Perempuan Gelar Diskusi Bahas Masalah Perempuan NTT

By Redaksi13 Maret 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT-Peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat menjadi sorotan penting dalam diskusi akademik bertema “Eksistensi Perempuan, Peran dan Permasalahan Dalam Pembangunan Bangsa” di aula Diklat dinas PPO Provinsi NTT, Kayu Putih, Kota Kupang, Senin (13/03/2017).

Kegiatan ini diselenggarakan Media Warta Perempuan NTT untuk menjawabi masalah minimnya peran perempuan dalam aspek penting kehidupan berbangsa dan bernegara.

Masalah tersebut seperti minimnya keterlibatan perempuan dalam politik, human trafficking, pekerja anak perempuan di bawah umur, meningkatnya angka kematian ibu, kesehatan ibu, maupun diskriminasi perempuan dalam peran sosial.

Peserta dan Redaksi Warta Perempuan berpose bersama Ibu Lusia Leburaya

Prof. Mien Ratoe Udju salah satu pemateri dalam diskusi tersebut menyampaikan selain karena pengaruh budaya, salah satu masalah yang dihadapi saat ini adalah konstruksi sosial yang menempatkan perempuan sebagai posisi nomor dua.

“Pandangan seperti itu dibentuk dalam konstruksi sosial bukan karena perempuan tidak bisa berkiprah lebih aktif dari laki-laki” kata Prof Mien.

Menurut dia, jumlah perempuan di NTT menurut data BPS tahun 2015 berjumlah 2.583.189 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 65% berdomisi di pedesaan.

Jumlah yang cukup besar ini, jelas dia merupakan potensi yang cukup besar jika pemerintah dan lembaga pemberdayaan perempuan mampu memetakan keunggulan untuk menjadi motor dalam pembangunan khususnya pembangunan di sektor desa dan keluarga.

Salah satu yang dia sebut adalah peran perempuan dalam pendidikan keluarga dimana peran ibu sangat penting untuk melahirkan dan memberdayakan generasi bangsa.

Masalah Perempuan NTT

Sementara itu ibu Meldi Pandi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak merinci beberapa masalah perempuan NTT yang sampai saat ini belum bisa teratasi.

“Saat ini masih terdapat ketidakadilan gender dalam hal akses, partisipasi, kontrol dan manfaat” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan perempuan NTT masih rendah dalam kualitas hidup dan peran sosial.

Perempuan kata dia, belum memiliki kemandirian dalam mengambil keputusan.

“Contohnya perempuan harus izin suami dulu sebelum mengambil keputusan” kata Meldi.

Selain itu ia menyebut perempuan NTT masih rendah dalam bidang kesehatan dan ekonomi yang berdampak pada kematian ibu dan anak serta kemiskinan.

Hal lain yang dia sebut adalah rendahnya perlindungan terhadap perempuan dari faktor kekerasan.

“Sampai saat ini banyak kasus kekerasan terhadap perempuan diselesaikan lewat adat” katanya.

Berbagai masalah tersebut kata Meldi dapat teratasi dengan meningkatkan kordinasi lintas sektoral serta penerapan kebijakan dan regulasi.

Sementara itu, Frans Maksi, pemimpin umum mingguan Warta Perempuan menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran peserta dan pemateri yang telah mengikuti kegiatan ini.

Menurut dia, berbicara tentang perempuan adalah berbicara soal bangsa.

“Perempuan adalah tiang negara. Karena itu jangan pernah menyerah mendiskusikan perempuan. Jika perempuan sejahtera maka negara juga sejahtera” kata Frans.

Ke depan, Frans selaku pemimpin umum akan menggelar Perempuan Award guna mendorong partisipasi perempuan dalam pembangunan dan kehidupan sosial. (Andre/VoN).

Kota Kupang
Previous ArticleTanaman Kakao Diserang Penyakit, Petani di Matim Menjerit
Next Article Ada Dugaan Pungli dan Tindakan Sewenang-Wenang di Pasar Tingkat Maumere

Related Posts

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.