Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tanaman Kakao Diserang Penyakit, Petani di Matim Menjerit
Regional NTT

Tanaman Kakao Diserang Penyakit, Petani di Matim Menjerit

By Redaksi13 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu tanaman kakao yang diserang hama busuk buah di Kecamatan Poco Ranaka-Matim
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT -Ratusan batang tanaman kakao di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) kini diserang penyakit busuk kakao (PBK).

Penyakit itu membuat para petani menjerit. Sebab serangan PBK bakal menyebabkan produksi kakao kandas.

Hanes Doni dan Akin Nama, dua petani masing-masing asal Desa Golo Wune dan Desa Compang Laho, Senin (13/3/2017) mengatakan, serangan PBK sudah berlangsung sejak tiga tahun lalu. Hal ini juga dibenarkan dan dialami Lorens Hama, petani asal Desa Melo, Poco Ranaka.

Menurut ketiga petani ini, penyakit busuk buah menyerang hampir semua tanaman kakao di setiap lahan mereka.

Hanes melanjutkan, serangan PBK  tampak pada buah yang hampir matang. Ketika mulai diserang terlihat kekuning-kuningan. Kemudian buah kakao membusuk dan jatuh ke tanah.

Dia mengaku, lantaran buah kakao jatuh para petani pun memungut kemudian mengambil isi bagian dalamnya. Namun sayang, biji kakao tampak keras dan rusak. Ia tidak seperti biji kakao yang dipanen dengan kondisi masak sempurna.

Dikatakan, biji yang jatuh akibat PBK ini perlahan-lahan menghitam dan tentu saja tidak bisa dijual.

Menurut Hanes, hasil panen tanaman kakao miliknya kali ini menurun drastis. Panen sebelumnya bisa mencapai 300 gelas. Sekarang hanya menghasilkan 150 gelas.

“Saya merasa rugi sekali dengan serangan busuk buah kakao itu, padahal dari tahun ke tahun memelihara tanaman kakao. Tanaman kakao sangat membantu petani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi tanaman kakao berbuah setiap bulan,” tutur Hanes.

Lorens Hama, warga Desa Melo mengatakan tanaman kakao diserang penyakit busuk buah membuat ia rugi di musim panen kali ini.

Kendati sebagiannya masih bisa dijual, kata dia, namun dibeli dengan harga yang rendah.

“Sekarang, 1 mok (gelas) kakao dibeli Rp 1.500. Sementara sebelumnya dibeli dengan harga Rp 3.000. Kalau jual per kilogram dengan harga Rp15.000. Sebelumnya Rp. 18.000 per kilogram. Tentu harga ini meresahkan petani,” ujar Lorens.

Terpisah, Akim Nama warga desa Compang Laho mengatakan sudah bertahun-tahun tanaman kakao diserang penyakit busuk buah. Tetapi, sampai saat ini belum ada tindakan pencegahan dari pemerintah setempat.

“Saat ini kami sangat berharap, ada upaya pencegahan dari pemerintah kabupaten Manggarai Timur, untuk mengatasi penyakit busuk buah yang menyerang tanaman kakao di daerah ini. Jika tidak, akan berpengaruh pada kesejahteraan para petani,” ujar Akim. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticlePengacara Pertanyakan Alasan Polisi Pulbaket Aduan Bupati Ende
Next Article Mingguan Warta Perempuan Gelar Diskusi Bahas Masalah Perempuan NTT

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.