Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Belajar Berdemokrasi, SMPK Frater Maumere Pilih Pengurus OSIS Model Pemilu
Regional NTT

Belajar Berdemokrasi, SMPK Frater Maumere Pilih Pengurus OSIS Model Pemilu

By Redaksi19 Maret 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Sekolah SMPK Frater Maumere, Fr. M. Herman Yoseph, BHK, SPd berposes bersama 4 pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- Demokrasi bukan hanya urusan politisi dan orang dewasa. Para pelajar SMPK Frater Maumere beruntung diberi kesempatan mempraktekan model pemilihan umum seperti yang sering dilakukan di Indonesia.

Pemilihan OSIS SMPK Frater Maumere periode 2017-2018 dengan puncaknya adalah pencoblosan pada Sabtu (18/3/2017) tak jauh beda dengan Pileg, Pilpres atau Pilkada.

Kepada VoxNTT.Com pada Sabtu (18/3/2017), Kepala Sekolah SMPK Frater Maumere, Frater M. Herman Yoseph, BHK mengatakan pihaknya ingin memperkenalkan pemilihan yang demokratis kepada para siswa

Menurut Herman, OSIS merupakan salah satu wadah atau organisasi intra sekolah. Oleh karenanya penting untuk menjadikan OSIS sebagai media bagi para pelajar di sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Mardiwiyata tersebut untuk belajar beroganisasi.

Selain itu, pihak sekolah menilai perlu menunjukkan dan memperkenalkan demokrasi atau model pemilihan yang demokratis secara lebih dini.

“Siapa yang akan menduga bahwa di kemudian hari ada di antara mereka ini yang akan menjadi pemimpin partai politik, politisi, organisasi kemasyarakatan atau instansi negara,” terangnya.

Herman menerangkan, proses pemilihan ini diselenggarakan oleh lembaga menyerupai KPU yakni Komisi Pemilihan OSIS (KPO) dalam 5 tahap.

KPO dipimpin langsung oleh pengurus OSIS yang akan terdemisioner. Selanjutnya tahap pertama adalah pendaftaran calon peserta.

Pada tahap awal pasangan calon uang mendaftarkan diri terdiri atas ketua yang berasal dari kelas XIII dan wakil ketua yang berasal dari Kelas XII. Pasangan calon membentuk paket, memberi nama paket dan tim pemenangannya sendiri.

Persyaratan yang ditetapkan adalah rata-rata nilai rapor minimal 75 dan Surat Kelakuan Baik dari Wakasek Kesiswaan. Pasangan-pasangan yang telah mendaftar akan diverifikasi oleh KPO.

“Dari sekian banyak yang mendaftar hanya 8 paket yang lolos verifikasi tersebut,” terang Herman.

Setelah diverifikasi paket-paket tersebut diseleksi melalui diskusi panel dengan menghadirkan 3 orang panelis dari unsur tenaga pengajar. Berdasarkan penilaian panelis hanya 4 paket yang tersisa sementara yang lain gugur.

Keempat paket yang lolos ke tahap selanjutnya antara lain Paket VILA (Felicita Rosa Virginia Padu dan Alicia Lily Michaela Padu), Paket STUNTMAN (Stanly Steven Japira dan Johanis Armendo Darmapan), Paket FORHEN (Fortino Oktavius dan Anna Helena Kristiani), dan Paket ANGELUS (Angelina Kristian dan Mario Antonius Ulu Kroon).

Paket-paket tersebut selanjutnya melakukan kampanye yang mana mereka mengajukan gagasan dan tawaran program kerja mereka. Setelah tahapan kampanye, keempat paket tersebut diadu dalam debat.

Tahapan terakhir adalah pencoblosan yang mana para siswa mencoblos surat suara yang disediakan oleh KPO.

Salah satu calon Ketua Osis, Fortino Oktavius kepada VoxNTT.Com saat ditemui usai debat menyatakan bangga bisa terlibat dalam proses tersebut.

“Kami juga diminta mengenakan pakaian adat masing-masing dalam kampanye dan debat yang menunjukkan kami beragam,” terangnya.

Selesai pemilihan KPO bersama para guru melalukan perhitungan. Hasil perhitungan selanjutnya akan diumumkan pada Senin (20/3/2017). (Are De Peskim/VoN)

Sikka
Previous ArticlePembangunan Gedung Instalasi Bedah RSUD Ruteng Belum Kelar
Next Article Otto Gusti Madung Luncurkan Buku ‘Post Sekularisme, Toleransi dan Demokrasi’

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.