Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jaksa Lirik Proyek RSUD Mabar
Regional NTT

Jaksa Lirik Proyek RSUD Mabar

By Redaksi20 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kajari Mabar, Subekhan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT-Proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manggarai Barat (Mabar) di Merombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo dilirik Kejaksaan Negeri (Kejari) Mabar.

Pasalnya, proyek yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp 12,5 Miliar bersumber dari APBD II Mabar tahun 2016 itu, sudah mulai retak di sejumlah titik di Lantai Satu dan hingga kini belum di-PHO oleh instansi terkait.

Kajari Mabar, Subekhan kepada wartawan baru-baru ini mengatakan saat ini pihaknya masih meminta klarifikasi dan keterangan sejumlah pihak yang terkait proyek itu.

RSUD Manggarai Barat

Klarifikasi yang dimaksud untuk menanyakan pihak terkait seperti kontraktor pelaksana, tim teknis, PPK proyek, panitia dan pejabat di Dinas Kesehatan Mabar.

“Kita belum masuk dalam penyelidikan. Kita masih sekedar meminta klarifikasi sejumlah pihak yang berhubungan dengan proyek itu,” jelas Subekhan.

Kepala Seksi (Kasi Intel) Kejari Mabar, Andreanto mengatakan pihaknya sudah mengecek sejumlah titik yang retak pada bangunan RSUD Mabar. Selain mengecek, pihaknya juga meminta tenaga teknis dari luar yang mengerti tentang bangunan.

“Kita lihat saja perkembangannya, apakah akan naik ke penyelidikan atau tidak, saat ini masih sekedar meminta klarifikasi pihak yang terkait dalam proyek itu,” ujar Andreanto.

Pantuan VoxNtt.com, Senin (20/3/2017) sejumlah titik yang ditemukan retak Februari 2017 lalu sudah ditutup dengan Cat oleh pihak kontraktor.

Seperti diketahui, proyek senilai Rp 12,5 miliar itu, dikerjakan oleh PT.Ungul Harmoni,sebuah perusahan yang beralamat di Papua,Irian Jaya.

Dari informasi yang beredar, proyek itu, hingga kini belum di-PHO oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Berulang kali, media ini meminta informasi di Dinkes Mabar, namun pihak Dinkes selalu menutup informasi tentang proyek ini. Sementara pihak PPK dan pejabat di Dinkes susah ditemui di kantor. (Gerasimos Satria/VoN).

Manggarai Barat
Previous ArticleBerbahaya! Rumah Sakit Kota Kupang Bakar Sampah Medis Tanpa Insinerator
Next Article Di TTU, Cakades yang Kalah Wajib Tanggung Koor Perayaan Ekaristi

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.