Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tambang Pasir Menjamur, JPIC Minta Pemerintah Buat Aturan Ketat
Regional NTT

Tambang Pasir Menjamur, JPIC Minta Pemerintah Buat Aturan Ketat

By Redaksi20 Maret 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pastor Marten Jenarut, koordinator JPIC Keuskupan Ruteng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Komisi Justice Peace Integration and Creation (JPIC) Keuskupan Ruteng angkat bicara soal penambangan pasir yang semakin menjamur di wilayah Keuskupan Ruteng.

Kordinator JPIC, Pastor Marten Jenarut menilai penambangan pasir yang ada sangat masif sehingga berdampak buruk bagi lingkungan.

Kondisi tambang pasir di Wae Reno

“Pasir dikategorikan sebagai bahan galian non vital dan non strategis menurut uu pertambangan. Meskipun non vital dan non strategis, tapi harus diatur secara baik agar tidak menganggu kepentingan lingkungan sekitar,” katanya melalui WhatsApp pada Minggu (19/3/2017).

Sebab itu, ia meminta tiga Pemkab dalam wilayah Keuskupan Ruteng segera membuat pengaturan yang ketat supaya kegiatan tersebut tidak merusak lingkungan.

Pengaturan yang baik, kata Pastor Marten, tidak akan berguna jika tidak diikuti penegakan dan pengawasan yang baik pula.

“Saya minta pemda untuk mengatur secara baik sekaligus lakukan pengawasan yang ketat terhadap kegiatan pertambangan pasir yang berpotensi membahayakan masyarakat dan lingkungan,” imbuhnya.

(Ferdiano Sutarto Parman/VoN).

Manggarai
Previous ArticleKegiatan Tour de Flores Semakin Dekat, Jalan Borong-Ruteng Belum Diperbaiki
Next Article Meteran Listrik Belum Dipasang, Warga Wejang Mawe Mengeluh

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kecelakaan Lalu Lintas

24 Juni 2026

Rokok Ilegal Humer Diduga Kuasai 50 Persen Pasar Manggarai, Bea Cukai Turunkan Tim Penindakan

19 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.