Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Poco Ranaka Rindu Listrik
Regional NTT

Warga Poco Ranaka Rindu Listrik

By Redaksi21 Maret 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPD RI Adrianus Garu bersama Anggota DPRD Matim Mensi Anam dan rombongan yang diterima secara adat di Kampung Tanggar Kecamatan Poco Ranaka
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong,Vox NTT- Warga desa Compang Laho, kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) merindukan listrik PLN.

Pasalnya, hingga saat ini warga di desa tersebut belum menikmati listrik PLN. Padahal sudah berkali-kali warga mengajukan permohonan pemasangan jaringan listrik, namun belum terjawab.

Warga desa Compang Laho, Stanis Paring kepada VoxNtt.com, baru-baru ini mengatakan, pihaknya tidak tahu alasan PT PLN belum memasang jaringan listrik di wilayah tersebut.  Padahal warga sudah mengajukan permohonan pemasangan jaringan listrik ke desa tersebut.

Stanis mengatakan, akibat tidak adanya jaringan listrik, warga desa terpaksa menggunakan alat penerangan seadanya berupa lampu pelita maupun lampu lampu sehen.

Sementara warga yang memiliki genset dapat menggunakannya, namun tidak setiap malam kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak.

Stanis mengatakan, desa Compang Laho bukan satu-satunya desa di Poco Ranaka yang belum menikmati listrik PLN. Saat ini juga ada beberapa desa tetangga yang mengalami nasib yang sama.

“Hampir semua desa Poco Ranaka  belum menikmati listrik. Padahal sekarang listrik adalah bagian dari kebutuhan pokok masyarakat. Tetapi kami di Poco Ranaka belum kebutuhan pokok belum dipenuhi khusus dalam hal penerangan listrik,” kata Stanis.

Dikatakannya, akibat tidak adanya jaringan listrik kegiatan pelayanan kepada masyarakat di Poco Ranaka tidak optimal.

“Ada banyak warga yang memiliki usaha bengkel kayu dan fotokopi. Mereka terpaksa menggunakan genset. Tapi hasilnya kurang optimal. Selain gensetnya macet, kami di pedalaman juga keterbatasan persediaan bahan bakar,” ujar Stanis.

Menjawabi keluhan warga, anggota DPD RI Adrianus Garu baru-baru ini di Tanggar, Compang Laho mengatakan, sesuai program nasional bahwa seluruh NTT listrik masuk desa selesai dipasang hingga 2020 dan paling cepat 2018. Untuk Manggarai Raya ditargetkan desa bisa teraliri listrik hingga  2018 mendatang.

Dia mengatakan untuk tiga kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur dan Manggarai hingga kini hampir empat ratusan desa yang belum didistribusikan listrik.

Sesuai program pemerintah dibawah kepempinan presiden RI Joko Widodo bahwa seluruh NTT dipastikan listrik sudah terpasang hingga desa sampai 2020.

Dalam kunjungan ke NTT tahun 2016 lalu Presiden Joko Widodo mengalokasikan mengatakan, anggaran mencapai 3,2 triliun lebih untuk  tahun 2017 dan 2018 untuk program 100 % listrik seluruh desa di NTT.

Untuk Manggarai Timur dari 176 desa/ kelurahan  sebanyak 32 desa yang sudah berlistrik dan yang belum sebanyak 144 desa dan dari informasi bahwa sekitar  tiga puluhan  desa akan dialiri listrik dan selebihnya tahun  2018.

Politisi Partai Hanura tersebut mengatakan program listrik masuk desa diharapkan adanya kerjasama seluruh masyarakat,  Pemkab, dan DPRD. Sehingga semua warga bisa mendapat penerangan listrik dari PLN. Dia juga berharap kepada seluruh masyarakat untuk bersabar, sebab pemerintah pasti akan membangun listrik untuk kebaikan warganya. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleRibuan Penonton Saksikan Festival ‘Berdarah’ Khas Sumba
Next Article Pemda Sikka Jangan Tutup Mata Atas Kekurangan Air di Desa Ian Tena

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.