Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Ribuan Penonton Saksikan Festival ‘Berdarah’ Khas Sumba
HEADLINE

Ribuan Penonton Saksikan Festival ‘Berdarah’ Khas Sumba

By Redaksi21 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Foto: Ribuan penonton menyaksikan para ksatria pasola beradu ketangkasan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Tambolaka, Vox NTT-Ribuan penonton memadati lapangan Pasola Wainyapu, Desa Wainyapu, Kecamatan Kodi Belagar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Senin (20/03/2017).

Terik matahari tidak menyurutkan semangat para penonton untuk mendekati lapangan menyaksikan festival budaya tradisional, Pasola yang hanya ada di pulau Sumba.

Sorakan penonton ikut menyemarakan pelaksanaan festival ketika lembing yang dilempar mengenai sasaran lawan. Tak sedikit ksatria pasola terluka  akibat terkena lembing lawan.

Diawali dengan Upacara Nyale

Tokoh adat setempat, Andreas Mahemba yang ditemui media ini mengatakan Upacara Nyale merupakan salah satu ungkapan rasa syukur atas anugerah hasil panen serta cacing laut yang melimpah di pinggir pantai.

Adat tersebut dilaksanakan pada waktu bulan purnama saat cacing-cacing laut yang dalam bahasa setempat disebut nyale keluar di tepi pantai.

Lebih lanjut Andreas mengatakan Para Rato (pemuka suku) akan memprediksi masa depan dari  nyale yang keluar pada pagi hari.

“Setelah nyale pertama didapat oleh Rato, nyale dibawa ke majelis para Rato untuk dibuktikan kebenarannya. Selanjutnya diteliti bentuk serta warnanya” jelasnya.

Bila nyale tersebut gemuk, sehat, dan berwarna-warni, pertanda tahun tersebut akan mendapatkan kebaikan dan panen yang melimpah.

Sebaliknya, bila nyale kurus dan rapuh, akan didapatkan malapetaka. Setelah digelar upacara adat, penangkapan nyale baru boleh dilakukan oleh masyarakat.

“Tanpa mendapatkan nyale, pasola tidak dapat dilaksanakan” ujar Andreas.

Bupati dan SKPD SBD turut menyaksikan Pasola

Sementara itu Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu, saat diwawancara media ini di tempat acara merasa bersyukur pasalnya pasola berlangsung  baik dan aman.

Ia berharap tahun depan lebih baik lagi dan semakin banyak wisatawan yang datang menonton pasola dan mengunjungi tempat-tempat wisata di kabupaten Sumba Barat Daya.

“Pemerintah akan trus menyiapkan fasilitas yang lebih memadai demi kenyamanan pengunjung dan menciptakan suasana nyaman dan ramah” ujar Bupati MDT.

Untuk diketahui, selain Bupati MDT yang hadir, kegiatan pasola tersebut dihadiri juga oleh wakil Bupati, unsur MUSPIDA kabupaten Sumba barat daya, perwakilan Bank Indonesia, wisatawan lokal, maupun asing serta seluruh masyarakat Sumba Barat Daya yang datang dari berbagai Kampung. (Ancik/VoN).

Sumba Barat Daya
Previous ArticleWarga Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Jalur Watu Ci’e-Deno
Next Article Warga Poco Ranaka Rindu Listrik

Related Posts

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026
Terkini

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Rakerprov KONI NTT Matangkan Persiapan PON 2028

18 Juli 2026

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.