Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Terkait Dugaan Penyelewengan Raskin Desa Waling, Ini Respon Kabag Ekonomi Matim
VOX DESA

Terkait Dugaan Penyelewengan Raskin Desa Waling, Ini Respon Kabag Ekonomi Matim

By Redaksi22 Maret 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lorens Hambur, Kabag Ekonomi Matim
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Kepala Bagian Administrasi Perekonomian Matim, Lorens Hambur menanggapi dugaan mark up harga tebus raskin yang dilakukan oleh Kades Waling, Feliks Gat.

Ia minta dugaan tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut agar memperoleh kepastian hukum. Ia tidak mau hal ini terus menggantung tanpa kejelasannya.

“Telusuri saja supaya jelas,” katanya kepada wartawan, Rabu (22/3/2017).

Ia menjelaskan harga tebus raskin sudah ditetapkan pemerintah pusat dan tidak bisa diubah oleh siapa pun termasuk oleh kades. Jika diubah maka tindakan itu melanggar ketentuan yang ada.

“Itu salah. Kenapa? Karena 1600 ini ditetapkan oleh pemerintah pusat dan begitu aturannya,” katanya.

Sebelumnya diberitakan media ini, penerima raskin Desa Waling mengeluhkan kebijakan Kades Gat yang menetapkan harga tebus Rp. 2.000 per kg.

Baca: Kades Waling Diduga Mark Up Harga Tebus Raskin

Mereka mengaku kebijakan ini berlangsung sejak dulu hingga sekarang. Walaupun diprotes tapi kades ini tak gubris.

Tapi, tuduhan tersebut dibantah Kades Gat. Ia menyebut itu fitnah dengan tujuan menjatuhkan dirinya. Apalagi polemik ini, kata Kades Gat, mencuat setelah ia terpilih kembali pada Pilkades pada 28 Februari 2017 lalu. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN).

Manggarai Timur
Previous ArticleOrang Gangguan Jiwa Boleh Mengurus Kartu Indonesia Sehat
Next Article Dilantik Terlambat, Dua Bulan Gaji Pejabat Eselon di Manggarai Tidak Dibayar

Related Posts

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.