Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kahadiran BOP di Mabar Ditolak
NTT NEWS

Kahadiran BOP di Mabar Ditolak

By Redaksi25 Maret 20175 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Diskusi bertemakan “Menyoal Badan Otoritas Pariwisata (BOP)” di rumah kreasi baku peduli, Kamis (23/3/2017) sore.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Untuk kebutuhan sayur, misalnya, masih didatangkan dari luar daerah ketimbang dari dari kabupaten itu sendiri. Berkembangnya pula travel agen yang tidak pernah membayar pajak atau keberadaan travel online dengan alamat fiktif. Sementara infrastruktur pendukung pariwisata seperti bandara, pelabuhan, dan jalan ke sentra pariwisata diperbaiki dan dibuka, jalan-jalan dan fasilitas publik seperti air dan rumah sakit yang diakses masyarakat umum justru terbengkalai.

Di tengah-tengah situasi demikian, BOP menambah jumlah investasi dalam skala besar di bidang pariwisata. Meskipun menjanjikan perbaikan terhadap masalah-masalah yang ada, peserta diskusi menyangsikan janji tersebut. Pasalnya, BOP sangat berciri industri pariwisata dimana persaingan merupakan harga mati. Bahkan BOP justru menambah muram ironi yang ada.

Contoh paling nyata, rencana pembangunan marina, hotel, dan tempat komersial yang berencana mengambilalih aset pemda Mabar yakni Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Labuan Bajo. Meskipun BOP menjanjikan untuk kepentingan publik, pembangunan tersebut justru ditandai dengan penyingkiran sumber mata pencaharian masyarakat setempat.

TPI merupakan tempat hidup dari nelayan, buruh, penjual ikan, dan pedagang ekonomi kecil dan menengah. Sementara mereka direncanakan disingkirkan, belum ada satu tempat yang disiapkan untuk dipindahkan. (AA/VoN)

 

1 2 3 4
Manggarai Manggarai Barat
Previous ArticleKontraktor Didesak Segera Selesaikan Pembangunan Gedung Instalasi Bedah RSUD Ruteng
Next Article Tiga Hari Hilang Terseret Arus Sungai, Warga Wae Jare Belum Ditemukan

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.