Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tiga Hari Hilang Terseret Arus Sungai, Warga Wae Jare Belum Ditemukan
Regional NTT

Tiga Hari Hilang Terseret Arus Sungai, Warga Wae Jare Belum Ditemukan

By Redaksi25 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT-Memasuki hari ketiga, Sabtu (25/3/2017) pencarian Kristina Hanis (54), seorang Janda asal Kampung Laing, Desa Wae Jare, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) belum ditemukan.

Kristina terseret air Sungai Wae Renong yang  berlokasi di perbatasan Desa Wae Jare dan Watu Wangka, Kecamatan Mbeliling. Hingga saat ini terus dilakukan pencarian oleh Tim Sar Labuan Bajo bersama warga setempat.

Kepala Desa Wae Jare, Ahmad Sion kepada VoxNtt.com, Sabtu melalui telepon selulernya menjelaskan Kristina Hanis menghilang di Sungai Wae Renong pada Rabu,22 Maret 2017 sekitar Pukul 19.00 Wita.  Saat itu, dia (Kristina Hanis) Rabu sore itu pulang mengetam padi milik tetangga kemudian menuju sawahnya yang berlokasi disebelah kali Wae Renong.

“Pada Rabu malam, anak dari Ibu Kristina itu menunggu di rumah. Namun, tidak muncul,sehingga malam hari itu juga mulai dilakukan pencarian oleh warga Wae Jare,” jelas Ahmad Sion.

Dari hasil pencarian warga Wae Jare dan Tim SAR Labuan Bajo selama Tiga hari terakhir, baru ditemukan bungkusan pakian milik korban di kali Wae Ranong. Korban hingga kini belum ditemukan.

“Saat hari kejadian itu memang kondisi di Wae Jare hujan deras yang menyebabkan meluapnya kali Wae Renong,” ujar Ahmad Sion.

Sampai saat ini kata Ahmad Sion berbagai upaya pencarian terus dilakukan mulai dari penyisiran sepanjang aliran sungai Wae Renong oleh masyarakat Wae Jare bersama Tim SAR Labuan Bajo. (Gerasimos Satria/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleKahadiran BOP di Mabar Ditolak
Next Article Tower di Elar Selatan Roboh, Warga Kesulitan Berkomunikasi

Related Posts

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah di Labuan Bajo, Kepala BPN Mabar Mangkir dari Panggilan Polisi

9 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.