Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Bantuan KIP di Matim Diduga Banyak Diterima Anak yang Tidak Sekolah
Regional NTT

Bantuan KIP di Matim Diduga Banyak Diterima Anak yang Tidak Sekolah

By Redaksi27 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pelaksanaan Program Pemerintah Kartu Indonesia Pintar (KIP) di kabupaten Manggarai Timur (Matim) diduga tidak tepat sasaran dan mubazir. Pasalnya, banyak anak penerima KIP sudah tidak sekolah.

Hendrikus Haman, warga desa Compang Laho, Kecamatan Poco Ranaka kepada VoxNtt.com, Senin, (27/3/2017) mengatakan, banyak siswa yang masih aktif tidak memeroleh KIP. Sementara masyarakat yang sudah tidak bersekolah masih memeroleh KIP.

“Saya heran anak yang masih aktif sekolah tidak dapat KIP,  malah anak saya yang sudah berkeluarga dan sudah bekerja  yang dapat KIP,” kata Hendrikus.

Dia menegaskan, KIP yang ia terima dari pemerintah ini tidak ada gunanya. Sebab anaknya tidak sekolah.

“Saya bingung dan heran dengan penerbitan KIP ini. Mereka ambil data dari mana, sehingga banyak yang tidak tepat sasaran. Sementara, ya, simpan saja dulu, mungkin ada gunanya esok,” kata Hendrikus.

Hal senada disampaikan, Sebinus Halim, warga desa Golo Wune, kecamatan Poco Ranaka. Kepada media ini dia mengaku heran dan bingung karena anaknya yang masih aktif sekolah tidak dapat KIP, sementara anak yang sudah beristri mendapat KIP.

“Ini lucu kan. Bagaimana KIP ini mau dibawa ke sekolah, sementara anak saya yang dapat KIP tidak sekolah,” ujar Sebinus.

Tambah lagi lanjut dia, tidak ada penjelasan dari pihak yang membagikan KIP ini saat kepada penerima.

“Kami terima saja KIP ini. Sebenarnya kami tidak paham bagaimana menggunakannya. Tidak ada penjelasan waktu pembagian oleh pihak terkait,” kata Sebinus.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak Dina Pendidikan Matim belum berhasil dikonfirmasi terkait hal tersebut. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleTour de Flores Rampaskan APBD II
Next Article Jalur Lapen Bea Nggelang-Arus Mubazir

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.