Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Mahasiswa Boleng Desak Pemkab Mabar Bantu Petani
NTT NEWS

Mahasiswa Boleng Desak Pemkab Mabar Bantu Petani

By Redaksi28 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sawah di Lando, Desa Mbuit-Boleng yang dilanda banjir
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT-Sejumlah mahasiwa dari Kecamatan Boleng mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar segera memberikan bantuan terhadap petani.

Desakan para mahasiswa ini lebih khusus kepada Dinas Pertanian Mabar agar membantu para petani di Lando, Desa Mbuit- Boleng.

Pasalnya, bencana banjir yang melanda daerah itu beberapa hari lalu mengakibatkan puluhan hektar sawah terancam gagal panen.

Mahasiswa Boleng di Jakarta, Heri Bahang kepada VoxNtt.com, Selasa (28/3/2017) mengatakan, bencana tersebut mengancam kekuarangan persediaan beras warga di Lando dan sekitarnya.

Baca: Jalan Putus Total, Perekonomian Boleng Lumpuh

Apalagi di daerah tersebut hanya sekali tanam dalam setahun. Ini tentu berbeda dengan sistem tanam di wilayah lainnya yang bisa dua kali dalam setahun.

“Kami minta Pemda Mabar segera bersikap. Bantulah keluarga kami. Mereka hanya bisa hidup dari beras, tanpa bantuan, mereka tak punya apa-apa lagi untuk menyambung hidup,” tegas Heri melalui telepon selulernya.

Desakan serupa juga disampaikan oleh Selus Pampur  warga Lando yang bekerja dan kuliah di Denpasar, Bali. Dia minta agar pemda Mabar segera memberikan respon.

“Kondisinya sangat menyedihkan. Itu bisa dilihat di foto-foto yang dipost di media sosial. Ini emergensi. Butuh penangangan segera. Jika ada asuransi pertanian, alokasikan itu untuk petani di Mbuit,”pintanya.

Diketahui, cuaca ekstrim yang melanda Mabar dalam beberapa hari terakhir melumpuhkan perekonomian di Boleng.

Puluhan hektar sawah di Lando rusak parah. Sekitar belasan warga harus kehilangan hasil panenya. Lebih parahnya lagi akses Terang-L.Bajo terputus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Mabar, Anggelus Apul mengakui ada laporan terkait bencana tersebut.

Namun, yang diketahuinya baru di persawahan Nanga Na’e, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo. Di sana sekitar 260 hektar lahan sawah terendam banjir.

Dirinya belum bisa pastikan apakah itu sudah termasuk di Boleng atau bukan . Sebab Anggal Apul masih berada di Surabaya, Jawa Timur.

“Hanya belum ada informasi terkait bencana di Boleng. Yang saya tahu baru bencana di Nanga Na’e, tapi kami akan update lagi informasinya termasuk dari Boleng untuk diteruskan ke pemprov dan pusat,” paparnya.

Terkait asuransi pertanian, Anggal Apul mengaku sudah menanyakan ke Kementerian Pertanian (Kementan) dan ternyata NTT belum ada alokasinya.

“Ini telah kami protes sejak tahun lalu dan ternyata belum ada perubahan. Tapi Kementan telah minta agar data petani yang lahannya rusak itu dikirim saja, mungkin nanti akan diberi bantuan dalam bentuk lain. Kami tetap usahakan,”pungkasnya. (Gerasimos Satria/VoN)

 

Manggarai Barat
Previous ArticleIMAMM Gelar Diskusi Ilmiah di Pantai Krokowolon Sikka
Next Article Jalan Golo Menes-Wersawe Diberitakan Mulai Rusak, Kontraktor Keberatan

Related Posts

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.