Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Keluarga Pasien Minta Bantuan, Ini Respon Bupati Matim
KESEHATAN

Keluarga Pasien Minta Bantuan, Ini Respon Bupati Matim

By Redaksi31 Maret 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Safrianus Laura, bayi yang dioperasi di Bali
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Bupati Manggarai Timur (Matim), Yoseph Tote merespon permintaan bantuan keluarga Leonardus Arveno dan Srila Tanggo, warga asal  Nteweng, Desa Leong, Kecamatan Poco Ranaka.

Keluarga ini meminta uluran tangan pemerintah kabupaten (Pemkab) Matim untuk membiayai perawatan anak mereka atas nama Safrianus Loyra di rumah sakit Internasional Sangla Bali.

Bupati Tote yang ditemui di Kantor Bupati Matim, Kamis (30/3/2017) mengatakan pemerintah siap membantu biaya  perawatan bayi ‘Safrianus Loyra’ di rumah sakit Internasional Sangla Bali.

Kata Tote, pemerintah meminta kepada keluarga maupun orang tua bayi untuk mengurus berbagai surat untuk menjadi pegangan pemerintah.

Lanjut Tote, walaupaun berupa  bantuan sosial tetapi tetap bukti administrasi harus dipenuhi oleh keluarga agar tidak disalahkan dalam pemeriksaan. Besar bantuan disesuaikan dengan ketersedian anggaran.

Dia berharap kepada kedua orangtua tetap kuat dan tidak mudah putus asa merawat baik bayi. Menurut Tote, uluran tangan dari orang lain pasti ada, intinya tetap menjaga bayi supaya tetap sehat.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Leonardus Arveno dan Srila Tanggo, warga asal  Nteweng, Desa Leong Kecamatan Poco Ranaka meminta uluran tangan pemerintah kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim) untuk membiayai perawatan anak mereka atas nama Safrianus Loyra di rumah sakit Internasional Sangla Bali. Saat ini  anak mereka sudah keluar dari rumah sakit dan numpang di salah satu rumah keluarga Manggarai.

Baca Juga: Keluarga Pasien Butuh Uluran Tangan Pemkab Matim

Damianus Nabur, sebagai orang tua warga Kecamatan Poco Ranaka di Bali yang menghubungi VoxNtt.com via telepon, Kamis (30/3/2017) mengatakan, biaya rumah sakit Safrianus Loyra sebesar Rp 75 Juta.

Dikatakannya, pihak keluarga Manggarai di Bali sudah berusaha mengumpulkan uang dan saat ini belum bisa melunasi utang. Sehingga meminta kepada Pemkab Matim agar bersedia menolong warga tersebut.

Pihak keluarga terus mencari donatur supaya bisa melunasi biaya administrasi rumah sakit. Buah hati dari  pasangan Leonardus Arveno dan Srila Tanggo yang berusia enam bulan yang merupakan anak pertama  menderita kelainan pada usus yang membuatnya  kesulitan pada saat buang air besar. Jalan keluarnya adalah dengan operasi kolostomi yang sudah dilakukan dua kali.

Dia mengatakan, Safrianus memulai perawatan di RSUP Sanglah Denpasar sejak 19 Februari 2017 lalu, dan baru tiga hari yang lalu diperbolehkan pulang. Biaya admistrasi, pengobatan sebesar  Rp 75 juta. Saat ini ayah dari bayi tersebut membayar cicilan Rp 500.000 perbulannya.

Dia mengatakan selain biaya rumah sakit juga biaya pembelian susu karena bayi tidak bisa konsumsi ASI. Setiap hari harus mengkonsumsi susu khusus yang direkomendasikan dari rumah sakit dan harganya tiga ratus ribu satu kaleng.  Dalam sebulan harus membeli hingga empat kaleng.

Dia mengatakan dari dana yang terkumpul baru melunasi biaya operasi putranya sebesar Rp 7 juta dan masih tunggakan sebesar Rp 68 juta.

Mewakili keluarga, Damianus berharap kepada pihak Pemkab dan DPRD Manggarai Timur, serta siapa saja untuk membantu meringankan beban dan saat ini mereka menginap di salah satu keluarga di Bali. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleFoto: SDI Nipado-Nagekeo yang Diterlantarkan
Next Article Produk 600 UMKM di Mabar Akan Dipasarkan Secara Online

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.