Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Rangka Manusia Korban ’65’ di Hoder Jadi Sasaran Amuk Gelombang Laut
HEADLINE

Rangka Manusia Korban ’65’ di Hoder Jadi Sasaran Amuk Gelombang Laut

By Redaksi2 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lokasi liang kuburan masal korban 65 di Pantai Moko, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Sikka
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Akibat tak dibangun pelindung, rangka korban 65 yang ditemukan di Pantai Moko, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Sikka jadi sasaran amukan gelombang laut.

Warga yang berprofesi sebagai pemecah batu di pantai tersebut menyebut beberapa kerangka telah hanyut dibawa gelombang.

“Baru-baru ada tengkorak dengan tulang yang terbawa ombak,” terang warga yang enggan disebutkan namanya tersebut kepada VoxNtt.Com belum lama ini di dekat lokasi penemuan.

Tumpukan kerangka yang berasal dari satu liang kubur tersebut ditemukan warga pada Selasa (10/1/2017) lalu. Warga telah melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian pada Rabu (11/1/2017). Hari itu juga Tim Inafis Polres Sikka langsung melakukan identifikasi.

Kapolres Sikka, I Made Kusuma Jaya melalui Ipda Margono mengatakan pihaknya telah mengembalikan tulang-belulang ke tempat semula.

“Kerangka-kerangka sudah dikembalikan dan dibuatkan fondasi,” terang Margono kepada VoxNtt.Com melalui whatapps belum lama ini.

Lebih jauh, Margono menejelaskan kerangka-kerangka tersebut diduga sebagai korban pembantaian 65.

“Ada seorang ibu yang mengaku salah satu korbannya adalah suaminya yang dikubur di situ,” terang Margono.

Pantauan VoxNtt.Com pada Minggu (26/3/2017) lalu liang kuburan masal tersebut telah menjadi lereng yang setinggi setinggi kurang lebih 1 m. Beberapa tulang dapat dilihat langsung secara dekat.

Bila dibandingkan dengan struktur tanah yang ada di sekitarnya, maka diduga lebar liang tersebut kurang lebih 3 m. Di atas kerangka-kerangka tersebut terdapat lapisan batu besar dan tanah kurang lebih 0,5 m. Belum diketahui berapa banyak kerangka yang ada di dalam liang makam tersebut.

Karena berhadapan langsung dengan laut liang kuburan sering jadi sasaran gelombang pasang. Sampai saat ini belum upaya untuk memindahkan kerangka-kerangka tersebut ke tempat yang lebih layak. (Are De Peskim/VoN)

Previous ArticleBanjir Beri Pemasukan Tambahan Bagi Warga di Sikka
Next Article Angka Bunuh Diri di NTT Kian Mencemaskan, Berikut Rinciannya

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.