Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Banjir Beri Pemasukan Tambahan Bagi Warga di Sikka
Regional NTT

Banjir Beri Pemasukan Tambahan Bagi Warga di Sikka

By Redaksi2 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga sedang menyebrangkan kendaraan roda dua di Kali Wualadu, Desa Kloangpopot, Kecamatan Doreng pada Minggu (2/4/2017)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT-Hujan tanpa henti yang menerpa wilayah Doreng, Bola dan Mapitara, Kabupaten Sikka selama 3 hari belakangan ini mengakibatkan banjir di sejumlah kali.

Di satu sisi banjir menyulitkan para pengguna jalan namun justru memberikan tambahan pemasukan bagi warga di sekitar kali.

Sulitnya kendaraan roda dua menyeberangi kali dengan aliran air yang deras dimanfaatkan oleh penduduk sekitar dengan menyediakan layanan angkut. Harga per unit kendaraan roda dua dipatok Rp 10.000 sampai Rp 20.000.

“Kami cari uang tambahan kebetulan mereka (pengendara-red) juga butuh bantuan. Hitung-hitung uang rokok lah,” ujar Simon, salah satu warga yang menawarkan jasa angkut kendaraan roda dua di Kali Maget, Desa Wolomotong, Kecamatan Doreng kepada VoxNtt.Com pada Minggu (2/4/2017).

Tarif Rp 10.000 tersebut juga berlaku untuk Kali Wualadu, Desa Kloangpopot, Kecamatan Doreng. \

“Sehari bisa dapat minimal Rp 500 ribu. Setelah itu kami bagi empat dengan teman-teman satu kelompok,” terang Mus, asal Wualadu.

Tarif berbeda diterapkan di Kali Waigete yang terletak di perbatasan Kecamatan Doreng dan Bola di Waiheli. Karena lebar kali mencapai 30 m tarif yang ditetapkan senilai Rp 25.000. Di sini, terdapat dua kelompok warga yang mewarkan jasa angkut di masing-masing sisi kali.

“Banyak juga kendaraan menuju Mapitara dan Habi Bola yang melalui jalan tersebut,” ungkap Will Woda kepada VoxNtt.Com pada Minggu (2/4/2017).

Sehari sebelumnya, Will melewati Kali Waigete dan terpaksa merogoh kocek sebesar Rp 25.000 agar kendaraannya bisa disebrangkan.

“Ini namanya simbiosis mutualisme. Kita juga perlu lewat jadi mau tidak mau harus bayar kalau kau selamat dan melanjutkan perjalanan,” terang Will. (Are De Peskim/VoN).

Sikka
Previous ArticleMahasiswa Asal Boleng di Jakarta Sumbang Ratusan Buku ke Kampungnya
Next Article Rangka Manusia Korban ’65’ di Hoder Jadi Sasaran Amuk Gelombang Laut

Related Posts

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.