Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Soal Kisruh THL Dinkes Matim, DPRD Didesak Bentuk Pansus
Regional NTT

Soal Kisruh THL Dinkes Matim, DPRD Didesak Bentuk Pansus

By Redaksi2 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para tenaga medis sedang mendengarkan jawaban dari pimpinan DPRD dan Komisi C (Foto: Robert/Pos Kupang)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pegiat antikorupsi, Niko Martin mendesak DPRD untuk segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menyelidiki kisruh seleksi Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Kesehatan Matim.

Menurutnya, pansus lebih efektif memberi solusi ketimbang upaya politik lainnya. Kata Niko, dalam Pansus DPRD cukup leluasa mendalami semua aspek, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penetapan hasil seleksi.

“Dari pada (DPRD) berkoar di media, mending buat pansus. Itu lebih efektif dan bisa menyelesaikan soal. Apalagi (pansus) itu menjadi hak yang diatur dalam undang-undang MD3,” katanya kepada wartawan, Sabtu (31/3/2017).

Atas dasar itu nanti, lanjut Niko, DPRD akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah. Rekomendasi tersebut merupakan sikap politik sekaligus arah yang dikehendaki DPRD dalam menyelesaikan kemelut ini.

“Tinggal nanti ditindaklanjuti pemerintah. Kalau tidak, tentu ada konsekuensi hukum dan politik yang harus ditanggung (pemerintah),” katanya kepada wartawan, Sabtu (31/3/2017).

Sebab itu, ia meminta semua fraksi untuk membangun kerja sama politik agar pansus segera terbentuk. Ia tak mau ego politik fraksi sampai mengorbankan kepentingan masyarakat tak berdaya.

“Masalah THL ini adalah masalah perut dan sangat riskan. Jadi harus menjadi perhatian semua fraksi, bukan hanya fraksi tertentu,” tegasnya.

“Karena itu, saya minta pansus itu segera digulirkan saja. Soal diterima atau tidak itu soal lain. Kenapa mesti takut bayangan sendiri?. Tapi kalau ternyata ada (fraksi) yang tolak, menurut saya fraksi itu tidak pro rakyat dan harus dihukum saat pemilu,” imbuhnya. (Ano Parman/VoN)

Manggarai
Previous ArticleKepala SDI Dongang Ruteng Diduga Korupsi Dana BOS
Next Article Diduga Gantung Diri, Pria Asal TTU Ini Tewas di Kamarnya

Related Posts

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.