Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kondisi Jalan Golo Menes-Wersawe di Kecamatan Mbeliling Dikeluhkan Warga
Regional NTT

Kondisi Jalan Golo Menes-Wersawe di Kecamatan Mbeliling Dikeluhkan Warga

By Redaksi3 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi jalan lapen Golo Menes-Waesawe di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT- Belum setahun jalan lapen Golo Menes-Waesawe di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) sudah mulai rusak.

Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) pada tahun 2016 lalu menguncurkan dana APBD II sebesar Rp 3 Miliar untuk pemeliharaan jalan menuju Ibu Kota Kecamatan Mbeliling itu.

Dua warga Muntung, Desa Golo Sempea, Muhamad Hasir dan Martinus Daut mengaku Kontraktor pelaksana pernah berjanji akan membangun tembok penahan di depan rumah warga Muntung. Namun tembok penahan yang dijanjikan kontraktor itu hingga kini belum dibangun.

“Hal yang sama juga tembok penahan yang dibangun di sebelah atas jalan. Tinggi tembok penahan tidak tinggi sehingga saat longsor,tanah masuk sampai di badan jalan,” jelas Martinus Daut.

Martinus Juga mengaku prihatin dengan kualitas jalan lapen yang menghabiskan angaran Rp 3 Miliar itu. Kondisi lapen yang mulai rusak dan tidak adanya drainase yang menyebabkan jalan cepat rusak.

“Jalan belum mencapai Enam bulan sudah rusak dan Kontraktor janjikan akan bangun tempok penahan di depan rumah warga,tapi hingga kini belum dibangun,” tutur Martinus.

Muhamad Nasir mengatakan jalan Golo Menes menuju Muntung pada tahun 2014 lalu pernah di aspal.

“Tetapi tidak bertahan lama karena kualitas kerja yang kurang baik. Tahun 2016 lalu, jalan itu dikerjakan kembali. Namun, sejumlah ruas sudah mulai rusak,” ujarnya.

Pantuan VoxNtt.com, Senin (3/4/2017) sejumlah ruas jalan lapen seperti di Kampung Muntung dan Cabang Tondong Raja, Desa Golo Sembea sudah mulai rusak serta krikil sudah mulai terkupas. Hal yang sama juga di sepanjang Kampung Noa,jalan lapen sudah mulai retak. Padahal usai jalan belum mencapai Enam bulan.

Seperti ketahui, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Jalan Golo Menes-Wersawe, Yos Jemali kepada wartawan minggu lalu mengatakan proyek itu dikerjakan oleh CV Putra Teknik Mandiri. Terkait sejumlah ruas jalan yang sudah rusak, pihaknya sudah mengeluarkan surat peringatan pertama kepada kontraktor pelaksana untuk memperbaiki jalan tersebut.

Menurut, Yos Jemali, proyek Jalan Golo Menes menuju Wersawe itu masih dalam tahap pemeliharaan hingga akhir tahun 2017. Saat ini masih ada waktu bagi kontraktor untuk memperbaiki jalan tersebut.

Sementara, Kontraktor Pelaksana, Anton Aron kepada VoxNtt.com mengaku akan memperbaiki ruas jalan yang rusak. Dirinya belum dapat memperbaiki jalan tersebut karena di wilayah Kecamatan Mbeliling saat ini cuaca buruk. (Gerasimos Satria/VoN)

 

Manggarai Barat
Previous ArticleTerkait Dugaan Mafia Stan di Pasar Ruteng, Pemkab Belum Lakukan Tindakan Konkret
Next Article Sosialisasi Pilar Kebangsaan, Syahrulan Sebut Sebagai Jiwa dan Semangat Gotong Royong

Related Posts

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026
Terkini

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.