Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Front Mahasiswa Ende Desak Polisi Tuntaskan Kasus Kekerasan Perempuan
HEADLINE

Front Mahasiswa Ende Desak Polisi Tuntaskan Kasus Kekerasan Perempuan

By Redaksi4 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapolres Ende AKBP Ardiyan Mustaqim sedang menemui para aktivis mahasiswa (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Front Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Ende mendesak pihak Aparat Kepolisian Resort Ende untuk menuntaskan sejumlah kasus di daerah.

Salah satu kasus yang diharapkan adalah kasus kekerasan terhadap kaum perempuan.

Desakan mahasiswa melalui unjuk rasa di Markas Polres Ende, pada Selasa (4/4/2017).

Ketua HMI Muhammad Zulkifli dalam orasinya mengatakan, kasus diskriminasi terhadap kaum perempuan sudah menjadi tren di Kabupaten Ende.

“Kami minta pihak kepolisian untuk selesaikan kasus pelecehan terhadap kaum minoritas di Ende,” tegas Zulkifli dalam orasinya.

Kasus penindasan terhadap kaum perempuan yang disebutkan para mahasiswa seperti yang diberitakan pada media ini sebelumnya.

Salah satu yang disebut adalah kasus penemuan mayat perempuan yang tidak diketahui identitas hingga saat ini.

“Seperti diberitakan di media online VoxNtt penemuan mayat di pinggir pantai desa reka. Kami minta supaya polisi bisa menuntaskan kasus ini,” kata seorang pendemo.

Para aktivis mahasiswa ini meminta pihak Kepolisian untuk menyelesaikan secara transparan.

Kapolres Ende, AKBP Ardiyan Mustaqim ditemui mahasiswa mengatakan sejumlah kasus diskriminasi terhadap kaum perempuan sedang ditangani Polisi.

“Kalau kasus diskriminasi, ya salah satu korban adalah perwirawati. Kami sedang lakukan pendalaman dan pelaku sudah kami tahan,” kata Kapolres Ardiyan.

Sementara kasus penemuan mayat perempuan, jelas Ardiyan, hingga saat ini belum ada pengaduan masyarakat.

Kapolres juga meminta kepada mahasiswa apabila ada keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga bisa mendatangi Polres Ende.

“Hasil visum yang diterima kami bahwa tidak ada tanda kekerasan pada diri korban. Kami sudah sampaikan ke masyarakat melalui media Vox,” kata Kapolres Ardiyan. (Ian Bala/VoN)

Ende
Previous ArticleSemarak HUT Ke-4 IMMALABONG Bali
Next Article UN SMA dan SMK di Ngada Tidak Ada Anggaran

Related Posts

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026

Lansia di Kupang Bertahan Hidup Bersama Anak 6 Tahun, Berharap Uluran Tangan

9 Maret 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.