Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Nilai Proyek 5,9 M, Warga Keluhkan Kualitas Jembatan Waiara Sikka
Regional NTT

Nilai Proyek 5,9 M, Warga Keluhkan Kualitas Jembatan Waiara Sikka

By Redaksi5 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi pengerjaan Jembatan Waiara pada Sabtu (1/4/2017)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Warga Desa Hale, Kecamatan Mapitara, Sikka mengeluhkan pembangunan Jembatan Waiara di lokasi tersebut.

Warga menilai pengerjaan proyek senilai Rp 5,9 miliar tersebut sangat lamban. Selain itu, warga juga meragukan kualitas jembatan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua BPD Desa Hale, Antonius Ahmad Yani kepada VoxNtt.Com pada Sabtu (1/4/2017).

“Memang sudah melampaui kalender kerja. Sampai sekarang juga mereka masih kerja,” ungkap Ahmad Yani.

Menurut Ahmad Yani, peletakan batu pertama pembangunan jembatan tersebut dilakukan pada 16/10/2016. Pengerjaan baru dimulai pada bulan November 2017.

“Sempat berhenti beberapa minggu,” terang Ahmad Yani.

Di akhir Desember ketika VoxNtt.Com memantau ke lokasi, tidak ada aktifitas. Lubang yang telah digali untuk tiang beton jembatan di sisi timur dipenuhi air dan menjadi tempat bermain anak-anak. Menurut informasi, pengerjaan baru dilanjutkan di bulan Januari.

Dirinya juga menduga, pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai konstruksi. Menurutnya, lubang untuk fondasi tiang beton tidak mencapai 3 m.

“Harusnya 3 meter tetapi yang kami liat tidak sampai 3 meter,” terangnya tanpa menyebutkan dari mana patokan 3 m tersebut.

Lebih jauh, dirinya meragukan kualitas tiang beton jembatan khususnya tiang beton sisi barat jembatan.

“Awalnya mereka cor terpisah dan bagian tengahnya rongga. Lalu setelah sampai kurang lebih 3 m bagian tengah tersebut mereka rabat saja ke atas,” terangnya.

Senada dengan Antonius Ahmad Yani, Paskalis Kabaresi warga Dusun Napung Kontas, Desa Hale berharap agar jembatan tersebut bisa dikerjakan dengan baik.

“Kalau model seperti ini kami takut besok lusa belum apa-apa sudah rusak,” terangnya.

Paskalis tidak tahu siapa kontraktor yang membangun jembatan sepanjang kurang lebih 40 m tersebut. Papan informasi proyek sudah tak ada di lokasi.

” Awalnya ada tetapi sejak Desember sudah tidak ada lagi,” terang Paskalis. (Are De Peskim/VoN).

Sikka
Previous Article“Pak Frans telah meminta agar dialokasikan dana sejumlah Rp 1,1 Miliar”
Next Article Andri Garu Buka Turnamen Sepak Bola di Rentung Ruteng

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.