Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tahun 2017, BKKBN NTT Target 21 Desa Menjadi Kampung KB di Ende
Regional NTT

Tahun 2017, BKKBN NTT Target 21 Desa Menjadi Kampung KB di Ende

By Redaksi6 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kegiatan sosialisasi Kampung Keluarga Berencana oleh BKKBN Propinsi NTT (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTT menargetkan 21 Desa di Kabupaten Ende menjadi Kampung Keluarga Berencana (KKB) pada tahun ini.

Desa-desa yang akan menjadi KKB berdasarkan persyaratan atau kriteria yang ditentukan. Kriteria dimaksud yakni kampung atau desa pinggir sungai dan desa kumuh.

Kepala Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN NTT, Marianus Maukuru mengaku kegiatan tersebut berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo melalui program nawacita.

“Jadi, salah satu program yang disebut dalam nawacita itu program keluarga berencana,”ungkap Marianus di sela-sela sosialisasi KKB di Aula Lantai Dua, Kamis (6/4).

Ia menjelaskan maksud KKB adalah untuk memperbaiki kehidupan masyarakat desa. Masyarakat di daerah kumuh menjadi target dari program tersebut.

Marianus mengatakan tahun 2020 target Presiden Jokowi untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat desa.

“Bukan BKKBN saja tetapi bekerja sama semua pihak termasuk BUMN. Jadi, tahun 2020 itu target kita,”katanya.

“Syarat desa punya data kependudukan. Kriteria lain desa miskin perkotaan, terpencil dan berada di daerah sungai atau pantai. Intinya daerah kumuh kategori kumuh,”jelas dia.

Kampung keluarga berencana, jelas dia merupakan suatu inovasi strategi perluasan dan penguatan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga pada satuan wilayah rukun warga, dusun hingga kampung.

“Ini untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga,”pungkas Marianus.

Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kiemas Ketu mengatakan konsep KKB dipadu dari semua aspek termasuk infrastruktur, kesehatan dan pendidikan.

“Semua berpaduan dari berbagai aspek. Tidak hanya kami saja yang bekerja tetapi dukungan semua pihak sehingga kualitas kehidupan keluarga meningkat,”ungkap Ketu. (Ian Bala/VoN)

 

Ende
Previous ArticleKejari TTU Tahan 6 Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Perbatasan
Next Article Pedagang Aimere Beri Apresiasi untuk Pemda Ngada

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.