Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Di Sikka, Angka Kehamilan di Bawah Usia Tinggi
NTT NEWS

Di Sikka, Angka Kehamilan di Bawah Usia Tinggi

By Redaksi7 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Irma Tibuludji Rera saat saat memberi sambutan dalam kunjungan pada Kamis (6/4/2017) di Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka (Foto: Dodie Luga)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Irma Tibuludji Rera menyatakan angka kehamilan di bawah usia 20 tahun di Sikka terbilang tinggi.

“Data kasus kehamilan di bawah usia 20 tahun adalah sebanyak 558 orang,” ungkap Irma dalam sambutannya di hadapan masyarakat di Desa Habi, Kecamatan Kangae, Sikka pada Kamis (6/4/2017).

Menurutnya, data kehamilan di bawah 20 tahun tersebut merujuk pada anak-anak remaja perempuan.

Jumlah 538 tersebut terjadi sepanjang tahun 2015 sampai dengan 2016.

“Ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan,” terangnya.

Irma mengemukakan data tersebut tidak jauh berbeda dengan laporan-laporan belakangan ini tentang gadis-gadis remaja di Sikka yang sangat miring.

Gadis-gadis remaja sudah bisa dipakai kemana-mana dengan hanya di-booking melalui hand phone.

“Saya liat sekarang ini sampai dengan jauh malam pun anak-anak gadis masih duduk di jalan di depan Rumah Jabatan Bupati,” tuturnya.

Oleh karenanya, dirinya berharap para orang tua betul-betul memperhatikan anak-anak gadis mereka.

“Saya cek dan saya temukan banyak dari mereka tinggal di kos sehingga kurang diawasi,” terangnya.

Irma Tibuludji Rera beserta rombongannya datang ke Habi dalam rangka kunjungan kerja Tim PKK Kabupaten Sikka.

Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk melihat lebih dekat kondisi bayi di Desa Habi. Selain Kepala Desa Habi, Maria Nona Murni dan aparat pemerintahannya beserta masyarakat turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kecaamatan Kangae, Rosalia Co’o Kaliwon. Hadir pula Sekretaris Camat Kangae, Arkadius. (Are De Peskim/VoN)

 

 

Sikka
Previous ArticleKetimbang Hanya Beli Produk, BEI Ajak Masyarakat Beli Saham Perusahaan
Next Article Netizen Dukung Sikap Mahasiswa Sikka Tolak TdF 2017

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.