Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Rayakan HUT Kartini, Para Perempuan di Ruteng Adu Kehebatan Goyang Mogi
HEADLINE

Rayakan HUT Kartini, Para Perempuan di Ruteng Adu Kehebatan Goyang Mogi

By Redaksi7 April 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu kelompok sedang bergoyang mogi (Foto: Adrinus Aba)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Ribuan orang memadati aula Gelanggang Olahraga (GOR) Kabupaten Manggarai, Jumat (7/4/2017).

Mereka datang menyaksikan lomba goyang “mogi” oleh sejumlah kelompok perempuan dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kartini tahun 2017.

Pantauan VoxNtt.com, goyang mogi dipadu dengan lantunan syair dwi bahasa, Boawae, Kabupaten Nagekeo, NTT dan bahasa Inggris itu sontak menyemarakan suasana perlombaan. Lagu bergenre tropical itu diciptakan oleh Ivan Nestorman, musisi kelahiran Manggarai yang kemudian dipopulerkan oleh Mario G. Klau, sang Jawara The Voice Indonesia 2016.

Mogi sendiri memiliki arti bagi masyarakat Boawae. Mogi adalah sebuah sapaan kesayangan anak gadis di daerah itu.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Imelda Agus Do dalam kesempatan tersebut mengatakan, lomba mogi diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga dalam rangka memeriahkan HUT Kartini. Peserta lomba sebanyak 7 klub dancer dan diberi nilai oleh tiga juri dari anggota komunitas cinta motif yang memiliki basic sebagai instruktur senam, tari, dan seniman yang bersertifikat.

Salah satu kelompok sedang bergoyang mogi (Foto: Adrinus Aba)

Kegiatan tersebut bertujuan, memberi motivasi pada kaum perempuan dan kaum muda untuk menghargai sejarah bangsa. Lanjut Imelda, hajatan ini juga bertujuan untuk memupuk peran kaum perempuan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Lalu, membangun kesadaran baru untuk menyiapkan kaum perempuan menghadapi keberadaanya di tengah banyaknya perubahan yang terjadi.

“Ini adalah sebuah gerakan bersama menyiapkan kaum perempuan untuk dapat menduduki jabatan strategis di lembaga pemerintah maupun sosial dan mengembangkan rasa solidaritas, persaudaraan dan sportifitas,” jelas Imelda.

Terpisah, Ketua Kartini Manggarai, Simprosa Rianasari Gandut mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenang Kartini sebagai tokoh pejuang wanita. Ia memperjuangkan hak asasi perempuan sehingga kedudukannya setara dengan laki-laki di semua sektor kehidupan.

“Tetapi masih banyak saat ini perempuan Manggarai belum merasakan adanya keseimbangan partisipasi di semua sektor kehidupan, khususnya di dalam pengambilan keputusan,” terang Osi Gandut yang adalah Wakil Ketua II DPRD Manggarai itu.

Para penonton sedang menyaksikan perlombaan goyang mogi (Foto: Adrianus Aba)

Oleh karena itu lanjut dia, pihaknya berinisiatif untuk memperingati khusus agar hak dan martabat perempuan Manggarai tidak mengalami diskriminasi, kekerasan, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Wakil Bupati Manggarai Victor Madur dalam sambutannya mengaku bangga dengan terobosan ibu-ibu rumah tangga dalam merancang kegiatan tersebut.

Goyang mogi kata Madur, merupakan salah satu jenis olahraga yang wajib didukung pemerintah, karena erat kaitannya dengan menjaga kesehatan.

“Mensana Incorpore Sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Itu yang kita cari dalam olahrga,” jelasnya.

Karena itu, dia berharap agar kegiatan tersebut mampu melahirkan kartini-kartini muda Manggarai yang berbakat, bersatu, dan tidak tercerai beraikan. (Adrianus Aba/VoN)

Manggarai
Previous ArticlePemuda Ende Deklarasi Relawan Marsel-Djafar
Next Article Ketiadaan Blanko, Puluhan Ribu KTP di TTS Belum Dicetak

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.