Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Masuk Lantai II Pasar Ruteng Wajib Tutup Mulut
HEADLINE

Masuk Lantai II Pasar Ruteng Wajib Tutup Mulut

By Redaksi9 April 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ruko pasar Ruteng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Telapak salah satu tangan wajib menutup mulut, kemudian perlahan-lahan menutupi kedua lubang hidung menjadi langganan gerakan setiap orang saat menginjakan kaki di pasar inpres lantai II Ruteng, ibu kota kabupaten Manggarai.

Perlahan naik tiap anak tangga di dua sisi gedung pasar itu, salah satu tangan mulai mengangkat dan langsung menempel di mulut. Kebiasaan ini telah lama terjadi dan dirasakan oleh baik pedagang maupun pembeli, lantaran di lantai II gedung itu selalu menebarkan aroma tak sedap.

Pada Sabtu, 8 April 2017 sekitar pukul 10.00 Wita, VoxNtt.com mendatangi lantai II pasar itu. Ceritera ini pun turut dirasakan dan menancap langsung di indera penciuman.

Perlahan-lahan menapaki anak tangga sisi selatan, bau amis dan tak sedap pun menebar.

Setelah di atas pelataran lantai II pasar itu, bau tak sedap ternyata muncul dari berbagai jenis sampah yang bertumpuk penuh di setiap sudutnya.

Sampah bertumpuk di sudut ruko lantai II pasar inpres Ruteng

Ada juga bangkai hewan bahkan kotoran manusia terserak di beberapa sudut area ini. Keadaan ini semakin prihatin, ketika air hujan masuk dan menggenang di dalamnya.

Puluhan Ruko di Lantai II Mubazir

Pasar inpres lantai II Ruteng ini ternyata tak hanya menebar bau tak sedap, tetapi terdapat ceritera pilu lain.

Puluhan ruko di area ini mubazir, tampak tidak ditempati para penjual. Setiap pintu ruko masih terkunci apit.

Padahal, berdasarkan informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, gedung dua lantai tersebut telah menelan anggaran sebesar Rp 2.388.612.600. Ini dibangun pada tahun 2013 lalu dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Mubazirnya puluhan ruko di lantai II pasar inpres Ruteng tersebut menyita perhatian publik.

Salah satu yang menyoroti hal ini ialah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai.

“Mendesak DPRD Manggarai untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap los pasar yang tidak dimanfaatkan,” tulis GMNI Manggarai dalam pernyataan sikap tertulis yang didapatkan VoxNtt.com saat mereka beraudiensi dengan DPRD Manggarai, 5 April 2017 lalu.

Sementara itu, Kepala Bagian Keuangan Manggarai, Wili Ganggut mengatakan, pembagian SKRD pasar yang berlokasi di terminal lama kota Ruteng itu sudah melalui proses undian. Undian tersebut, baik di lantai I maupun lantai II.

“Dan mereka-mereka ini sejak itu diundi dan menetapkan ini yang menempatkan los itu, tidak ada aktivitas pak,” kata Wili dalam kesempatan audiensi dengan GMNI Manggarai.

Dia menegaskan, pihaknya hanya mengatur tentang pembayaran retribusi.

Dikatakan, salah satu temuan BPK yakni persoalan ruko lantai II tidak ditempati pedagang.

Terkait ini lanjut Wili, pihaknya sudah berupaya untuk melakukan radiogram kepada para pedagang yang memenangkan undian untuk datang menemui pemerintah.

“Tidak satu pun yang datang. Tahun 2015, saya upaya kembali radiogram, sampai sekarang tidak ada yang datang,” ujarnya.

Karena itu, Wili meminta rekan-rekannya untuk tidak lagi mengeluarkan SKRD. Hal tersebut dilakukan agar tidak menjadi utang.

Selain itu, pihaknya bersama Dinas Perdagangan akan melakukan pengundian ulang. Kunci-kunci pintu ruko yang telah dibawa pemiliknya akan dibongkar paksa oleh pemerintah. (Ano/Ardy/VoN)

Manggarai
Previous ArticleMobil Pick Up Masuk Jurang di Ende, Satu Orang Tewas
Next Article Dinas Pendidikan Manggarai Diminta Jangan Lindungi Kepala SDI Dongang

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kecelakaan Lalu Lintas

24 Juni 2026

Rokok Ilegal Humer Diduga Kuasai 50 Persen Pasar Manggarai, Bea Cukai Turunkan Tim Penindakan

19 Juni 2026
Terkini

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.