Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Cegah Pencemaran Lingkungan, Ayo Indonesia Produksi Pembalut Pakai Ulang
Regional NTT

Cegah Pencemaran Lingkungan, Ayo Indonesia Produksi Pembalut Pakai Ulang

By Redaksi10 April 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Program Officer Kesehatan Dasar Ayo Indonesia, Yeni Setyowati
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Guna mencegah pencemaran lingkungan, Yayasan Ayo Indonesia memproduksi pembalut kain pakai ulang. Produk ini sangat irit dan ramah lingkungan.

“Pembalut kain pakai ulang ini dapat dicuci ulang dan dapat digunakan kembali serta ramah lingkungan,” kata Program Officer Kesehatan Dasar Ayo Indonesia, Yeni Setyowati melalui pesan WhatsApp, Senin (10/4/2017).

Menurutnya, pembalut ini memiliki kelebihan dibandingkan pembalut lainya; lembut, nyaman dipakai dan tidak menimbulkan iritasi. Selain itu, tegas Setyowati, produk ini juga ramah lingkungan karena setelah cuci dapat dipakai ulang.

“Pembalut pakai ulang ini menggunakan bahan dari kain katun dan kain penyerapnya menggunakan microfibre yang memiliki daya serap lebih tinggi dari kain handuk biasa,” pungkasnya.

Pembalut pakai ulang

Selain berkualitas bagus, kata Setyowati, produk ini juga sangat murah.

“Harga per piece Rp.20.000,” imbuhnya.

Untuk memproduksi itu, pihaknya sudah memberdayakan penjahit-penjahit lokal yang tentu mendapat pelatihan khusus untuk itu.

“Kita berdayakan penjahit dari Bangka Lao, Rai, Golo Worok dan Kole,” katanya.

Ia menjelaskan program ini bekerja sama dengan SIMAVI; organisasi nirlaba dari Belanda yang bekerjasama dengan lembaganya dalam membuat pilot project tentang menstruasi sehat.

(Ferdiano Sutarto Parman/VoN)

Manggarai
Previous ArticlePolisi Tetapkan Dua Siswa SMK Matilda Nagekeo Sebagai Tersangka
Next Article Belajar dari Desa Boru Kedang Flotim

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Edi Hardum Minta Menteri HAM Awasi Penanganan Laporan Bupati Hery Nabit di Polres Manggarai

4 Juni 2026

Advokat Publik Nilai Laporan Bupati Manggarai terhadap Edi Hardum Tidak Sesuai Mekanisme UU Pers

3 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.