Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Gelar Workshop, Plan Internasional Targetkan PPSDA Jadi Perda TTU
Regional NTT

Gelar Workshop, Plan Internasional Targetkan PPSDA Jadi Perda TTU

By Redaksi11 April 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Nara sumber sementara menyampaikan materi PPSDA
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Plan International Indonesia Program Area Timor bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Timor Tengah Utara (TTU) menyelenggarakan workshop  naskah akademik dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PPSDA) bertempat di aula Laaat Manekan pada Senin, 10 April 2017.

Dalam press release yang diterima VoxNtt.com, Senin (10/4/2017) diinformasikan, workshop ini dihadiri oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan masyarakat dari beberapa desa yang memiliki potensi mengalami bahaya kekeringan dan kebakaran hutan, perwakilan OKP, para pelaku usaha, serta staf Plan Internasional

Kegiatan workshop ini menghadirkan narasumber Drs. Yohanes Sanak, MA, Dr. Wesenfridus Taena, MSi. Ir. Fransikus Braman. Yosef Tanu, S.STP, MSi. Chairel Malelak, SP. MSi.

Kegiatan ini terlaksana melalui program Adaptasi Perubahan Iklim (API) yang berpusat pada anak (Child-Centered Climate Change Adaptation—4CA) dimana Sejak tahun 2011 Plan International Indonesia sudah melaksanakan program selama dua fase yang didanai oleh DFAT-Pemerintah Australia.

Untuk scale-up, Plan melanjutkan program ini sebagai bagian dari International Climate Initiative (IKI) yang didanai oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Konservasi Alam, Pembangunan dan Keselamatan Nuklir (BMUB) Pemerintah Jerman.

Program lanjutan ini dilaksanakan di Kabupaten TTU dan Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dimulai dari tahun 2016 hingga 2018, bersama dua  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lokal, Perkumpulan Masyarakat Peduli Bencana (PMPB) Kupang dan CIS Timor sebagai mitra.

Acting Program Area Manager Plan International Indonesia Program Area Timor, Ida Adu ketika ditemui awak media sesaat sebelum kegiatan mengungkapkan, pelaksanaan workshop ini bertujuan menyampaikan hasil kajian akademik dan ranperda, mendapatkan informasi balik dari masyarakat, pemerintah pada semua level, serta untuk penyempurnaan naskah.

Selain itu ,lanjut Ida, masyarakat juga  dilibatkan secara partisipatif untuk diakomodir segala persoalan yang terjadi terkait usulan ranperda. Selain itu, melalui project ini diharapkan ada kerja sama yang baik dengan pemerintahan untuk menjamin keberlanjutan project.

Lebih lanjut Ida mengungkapkan, kegiatan ini didahului dengan membentuk Tim Advokasi yang beranggotakan perwakilan dari beberapa OPD terkait oleh Pemda TTU, Plan International Indonesia dan Forum Penanggulangan Risiko Bencana (PRB) Adaptasi Perubahan Iklim (API).

“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini,pemerintah kabupaten TTU dapat mengeluarkan kenijakan untuk menjamin upaya adaptasi perubahan iklim di daerah,” tandas Ida.

Sementara itu Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes dalam sambutannya menyatakan, Pemda menyampaikan terima kasih kepada Plan International Indonesia dan pihak lain yang telah bersinergi secara positif dalam menginisiasi dan memfasilitasi Ranperda PPSDA.

Lebih lanjut ,Kobes menuturkan, bagi Pemda TTU kehadiran Perda ini sangat penting dan positif terhadap upaya pelestarian lingkungan dan sumber daya air yang masih merupakan masalah krusial bagi pemerintah dan masyarakat TTU. (Eman Tabean/VoN)

TTU
Previous ArticleBaru Dua Minggu Mengajar, Tiga Guru Honor SMK Matilda Dipecat Tanpa Ada Alasan
Next Article Gelar Rakerkesda di Hotel Mewah, Dinkes Matim Dinilai Tak Peka dengan Nasib Warga

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.