Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pasca Dialihkan ke Provinsi, Nasib Guru Swasta SMA/SMK di Matim Belum Jelas
NTT NEWS

Pasca Dialihkan ke Provinsi, Nasib Guru Swasta SMA/SMK di Matim Belum Jelas

By Redaksi13 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pasca dialihkan ke provinsi, nasib guru swasta di Manggarai Timur (Matim) hingga kini belum jelas.

Para guru masih menunggu kebijakan pemerintah provinsi NTT terkait nasib mereka.

Terhitung sejak Januari sampai dengan April 2017 para guru swasta di Matim hanya mengandalkan gaji dari komite sekolah. Itu pun jumlah sedikit.

Salah satu guru di Matim yang minta namanya tidak dimediakan, kepada VoxNtt.com saat ditemui di Borong, Rabu(10/4/2017) membenarkan hal tersebut.

“Hingga saat ini nasib kami belum jelas. Belum ada informasi pasti dari pemerintah terkait nasib kami,” katanya.

Dia menambahkan, sebelumnya setiap bulan mereka terima gaji tiap tiga bulan. Namun, sekarang hanya terima gaji dari uang komite. Itu juga kalau stornya tidak stabil tiap bulan.

“Untung masih ada uang komite. Kalau tidak, kami tidak dapat apa-apa,” ujar guru itu.

Akibat belum ada gaji tersebut, untuk pemenuhan kebutuhan hidup keluarga sehari-hari dirinya harus mencari pekerjaan lain.

“Ya, untuk penuhi kebutuhan keluarga. Saya harus mencari pekerjaan lain di luar jam sekolah,” ujarnya.

Dirinya pun berharap pemerintah provinsi NTT bisa secepatnya menentukan kebijakan terkait nasib guru honor SMA/SMK di Matim. Sebab, berpengaruh terhadap produktivitas kerja mereka.

Sementara itu, Kepala Dinas PPO, Matim, Frederika Soch ketika dikonfirmasi VoxNtt.com via pesan WhatsApp, Rabu (12/4/2017) mengatakan, sampai saat ini belum jelas nasib para guru SMK/SMK. Hingga kini pihaknya masih menunggu informasih dari provinsi NTT.

“Pak Gubernur tolong guru-guru SMA dan SMK Kabupaten Manggarai Timur. Kasihan mereka telah berjasa mendidik anak-anak Bangsa,” kata Soch.

Dikatakan Soch, untuk sementara guru-guru digaji dari uang komite.

“Sementara ditalang pakai uang komite. Diharapkan rekan-rekan guru-guru SMA/SMK bersabar,” ujar Soch. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleVerifikasi Data Guru Jadi Alasan Keterlambatan Pembayaran Gaji
Next Article Guru Honor SMA dan SMK di Matim Diminta Bersabar

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.