Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Beragam Penyakit Mengidap Warga Perbatasan di TTU
KESEHATAN

Beragam Penyakit Mengidap Warga Perbatasan di TTU

By Redaksi20 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Petugas kesehatan dari Yonif 742 dan Dinkes TTU saat memberikan obat kepada masyarakat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Dokter Kepala Satgas Pamtas Yonif 742/SWY, dr.Ridla Ubaidillah mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap masyarakat perbatasan RI-Timor Leste di desa Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat, TTU pada Kamis (19/04/2017).

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan penyakit yang paling banyak diderita masyarakat yakni badan pegal-pegal atau  myalgia, gangguan saluran pernapasan atau ispa, dan penyakit maag akibat konsumsi sirih pinang berlebihan.

Penanganan awal yang sudah  dilakukan tutur dr.Ridlla dilakukan dengan melakukan pengecekan tekanan darah kemudian diikuti dengan pemeriksaan menggunakan stetoskop kemudian masyarkat langsung diobati sesuai hasil diagnosa.

“Persediaan obat yang ada ini sudah sesuai dengan data kesehatan masyarakat yang kita peroleh sehingga obat-obatan yang ada sudah tepat sasaran sesuai kebutuhan kesehatan masyarakat” tandas dr.Ridlla ketika ditemui VoxNtt.com disela-sela kegiatan pengobatan massal yang digelar Satgas Yonif  742/SWY di desa tersebut.

Terkait ketersediaan obat yang ada, lanjut dr.Ridlla bersumber dari  persediaan obat di Yonif 742 yang bersumber dari Mabes TNI serta adanya sumbangan dari dinas Kesehatan kabupaten TTU.

Lebih lanjut dr.Ridlla menuturkan bahwa sebagai dokter kepala di Yonif 742/SWY dirinya akan terus bergerak bersama dengan anggota lainnya untuk membantu mengobati masyarakat di wilayah perbatasan terutama wilayah perbatasan yang sulit dijangkau seperti wilayah desa Inbate dan beberapa wilayah lainnya.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun media ini, lebih dari 400 masyarakat yang berasal dari desa Inbate memeriksakan kesehatan secara gratis dalam kegiatan pengobatan massal ini.(Eman /VoN).

TTU
Previous ArticleSatgas Pamtas Yonif 742/SWY Gelar Bakti Sosial di Inbate TTU
Next Article Seminari Pius XII Kisol Pentaskan ‘VAKUM’

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.