Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Pemprov NTT Diminta Perhatikan Nasib Guru Honor SMA dan SMK di Matim
VOX GURU

Pemprov NTT Diminta Perhatikan Nasib Guru Honor SMA dan SMK di Matim

By Redaksi20 April 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Guru honor komite SMA dan SMK di Manggarai Timur (Matim) meminta pemerintah provinsi (Pemprov) NTT memperhatikan nasib mereka. Sebab sepanjang tahun 2017 nasib mereka belum jelas.

SJ, salah satu guru honor komite di salah satu sekolah di Matim kepada VoxNtt.com di Borong, Kamis (20/4/2017) mengatakan, seharusnya Pemprov NTT segera memperhatikan nasib guru komite SMA dan SMK. Itu terutama soal gaji guru-guru honor.

“Kami minta pemprov NTT perhatikan juga upah kami. Selama ini kami dapat upah dari keuangan komite itu pun kadang dapat kadang tidak, karena bergantung pada orang tua murid,” katanya.

SJ juga meminta Gubernur NTT, Frans Lebu Raya agar tidak tebang pilih dalam mengurus nasib honorer ini.

“Kami yang komite juga tolong diperhatikan. Karena beban jam mengajar sama. Sama-sama mencerdaskan anak bangsa di daerah ini,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya anggota DPRD NTT Yohanes Rumat meminta guru honor SMA dan SMK agar bersabar terkait gaji yang selalu dikeluhkan.

“Kita masih mencari solusi yang terbaik untuk guru-guru honor di Matim. Saat ini kami di legislator sedang memperjuangkan nasib mereka,” ujar Hans Rumat melalui pesan WhatsApp, Rabu, 12 April 2017 lalu.

Dikatakan Rumat, Pemprov NTT masih memikirkan aturan yang memungkinkan untuk menggantikan dana Bosda selama ini. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticlePelayanan Cuci Darah di RS Siloam Labuan Bajo Terus Ditingkatkan
Next Article Pemerintah Didesak Segera Laksanakan Perda APBD

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026

Viral Warga Meninggal saat Rujukan, Dinas PUPR Matim Akui Akses Jalan Rusak ke Puskesmas Belum Tertangani

27 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.