Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Di Sikka, Keponakan Saling Bacok dengan Om dan Tanta
HEADLINE

Di Sikka, Keponakan Saling Bacok dengan Om dan Tanta

By Redaksi25 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yuliana Berek sedang dirawat oleh para tenaga medis RSUD TC Hillers Maumere
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT-Bermula tebang pohon pisang akhirnya keponakan saling bacok dengan om dan tanta di pinggir pantai Wairhubing, Dusun Wairhubing, Desa Watuliwung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka pada Senin (24/4/2017) kurang lebih pukul 10:00 Wita.

Afrilus (27) yang berstatus keponakan menebang pisang milik Yuliana Berek (48) dan Paulus Adang (56) tahun yang terletak di lokasi kejadian.

Melihat hal itu, Yuliana marah-marah.

Menjawabi kemarahan Yuliana tersebut  Afrilus lantas menyerangnya dengan parang.

Yuliana yang terkena sabetan parang berteriak minta tolong kepada suaminya Paulus Adang. Afrilus dan Paulus Adang pun terlibat saling potong.

Melihat kejadian itu, putra Paulus dan Yuliana, Cristian Adang (21) datang dan memukuli Afrilus dengan sebatang kayu sehingga Afrilus melarikan diri.

Akibat kejadian tersebut, Yuliana dan Paulus masing-masing mengalami luka bacok di kepala.

Sementara itu, Afrilus mengalami luka bacok di kepala dan tangan kiri.

Ketiganya lantas dilarikan ke rumah sakit dan saat ini sedang menjalani rawat inap di RSUD TC Hillers Maumere.

Kapolsek Kewapante, AKP I Made Pitug melalui Kasi Humas, Hasrin A. Jahar kepada VoxNtt.com pada Senin (24/4/2017) pukul 18.00 di Polsek Kewapante mengatakan pihaknya mengetahui kejadian tersebut berdasarkan laporan Cristian Adang.

Laporan Polisi bernomor  LP/19/IV/2017/NTT/Res.Sikka tersebut telah ditindaklanjuti dengan turun langsun ke lokasi melakukan identifikasi dan olah TKP.

Hasrin yang didampingi Kanit SPKT Polsek Kewapante, Ihsan tersebut mengaku telah memintai keterangan para saksi yakni Cristian Adang dan Yoseph Ote (53).

Meskipun demikian, belum ada pihak yang ditahan.

“Semuanya masih dirawat. Kalau Cristian Adang juga belum ditahan karena sifatnya dia menghentikan pertikaian,” ungkap Hasrin. (Are De Peskim/VoN)

 

Sikka
Previous ArticleGMNI Manggarai Minta Bupati Deno Pecat Sekdes Bangka Lao
Next Article Ini Tanggapan BPBD Matim Terkait Longsor di Jalan Benteng Jawa-Ruteng

Related Posts

Ketua DPW NasDem NTT Lantik Pengurus DPC di 21 Kecamatan se-Kabupaten Sikka

13 Maret 2026

Kementerian HAM Kawal Pemenuhan Hak 13 Korban TPPO Asal Jawa Barat di Sikka

10 Maret 2026

Lansia di Kupang Bertahan Hidup Bersama Anak 6 Tahun, Berharap Uluran Tangan

9 Maret 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.