Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ini Perkembangan Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Tanah Malasera
Regional NTT

Ini Perkembangan Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Tanah Malasera

By Redaksi25 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kajari Ngada, Raharjo Budi Kisnanto, SH.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi tanah Malasera di Kabupaten Nagekeo hingga kini masih terus bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bajawa.

Sejak tahun 2014 lalu, pihak Kejari Bajawa mulai menyelidiki kasus dugaan penggelapan aset pemerintah berupa tanah seluas 14,4  hektar itu.

Dalam penyelidikan, jaksa menemukan indikasi penyelewengan prosedur pelepasan aset kepada PT PIM. Tindakan oknum dalam kasus itu tentu saja bertentangan dengan  Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2006 tentang pengelolaan barang milik negara dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Atas indikasi penyelewengan itu, jaksa kemudian mulai melakukan penyelidikan dengan memeriksa beberapa pejabat. Mereka antara lain, Kepala Dinas PPKAD Nagekeo, Sekretaris DPRD, Kabag Hukum, Kepala Kantor Pertanahan, dan Direktur PT PIM.‎

Saat ini, kasus tanah Malasera masih dalam tahap penyidikan. Sejumlah saksi sudah diperiksa pihak Kejari Bajawa. Sebagian dari saksi itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Kejari Bajawa, Raharjo Budi Kisnanto kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Selasa (25/4/2017), mengatakan kasus tanah Malasera masih berjalan dan sudah masuk pada tahapan pemeriksa sejumlah saksi. Ada beberapa nama yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Raharjo enggan menyebut nama-nama tersangka tersebut. Dikatakan, hingga kini jaksa belum menahan para tersangka karena mereka terlebih dahulu harus menuntaskan semua pemeriksaan.

Dia menjelaskan, penahanan tersangka merupakan hal teknis dan memiliki batas waktu.

Karena itu, Raharjo saat ini masih konsentrasi mengumpulkan bukti-bukti tambahan dan apabila sudah tuntas jaksa langsung menahan tersangka. (Arkadius Togo/VoN)

 

Nagekeo Ngada
Previous ArticleIni Tanggapan BPBD Matim Terkait Longsor di Jalan Benteng Jawa-Ruteng
Next Article Pernyataan Sikap Formasmur Dapat Respon DPRD NTT

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.