Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pantai Pasir Putih Doreng Dijadikan Arena Adu Jotos Anak Muda
Regional NTT

Pantai Pasir Putih Doreng Dijadikan Arena Adu Jotos Anak Muda

By Redaksi25 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para pemuda yang berkeleahi sedang dilerai oleh warga sekitar dan pengunjung, Pantai Pasir Putih Doreng , Minggu (16/4/2017)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Perkelahian antara anak-anak muda belakangan ini marak terjadi di lokasi wisata pasir putih Pantai Doreng.

Adu jotos dan keributan lainnya selalu terjadi pada libur hari raya. Biasanya perkelahian bermula dari balapan liar atau pertandingan futsal dengan taruhan nilai tertentu atau judi.

“Mereka sering berkelahi setiap hari raya dan itu sangat mengganggu kenyamanan para pengunjung,” ungkap Mus Mulyadi (29), warga Hepang, Desa Nenbura yang didampingi Hilarius Hengky (32) kepada VoxNtt.com di Maumere, Selasa (25/4/2017).

Mus menturkan pada setiap hari raya atau hari minggu, Pantai Doreng biasanya ramai dikunjungi oleh penduduk sekitar maupun pengunjung dari Maumere. Para pemuda dari desa-desa sekitar biasanya datang dan melakukan balapan motor atau pertandingan futsal.

“Mereka bertaruh untuk balapan dan futsal. Biasanya perkelahian terjadi karena ada salah paham atau pihak yang kalah merasa dicurangi,” ungkap Mus.

Menurut Mus, beberapa bulan yang lalu ada salah satu peserta balapan liar yang mengalami kecelakaan parah.

“Waktu Paskah itu mereka berkelahi setelah main futsal,” terang Mus.

Sementara itu, Hilarius Hengky menyayangkan hal tersebut terjadi di lokasi wisata dan tepat di depan SDK 062 Doreng.

“Ini kan area publik. Lagi pula bisa berdampak pada fasilitas sekolah,” ujar pemuda asal Desa Watumerak, Kecamatan Doreng tersebut.

Oleh karenanya, baik Mus maupun Hengky berharap pihak Kepolisian Sektor Bola dapat memantau lokasi tersebut pada setiap hari minggu dan libur hari raya. (Are De Peskim/VoN)

Sikka
Previous ArticleKadis Sippa : Kami Targetkan Kelulusan 100 Persen
Next Article Mahasiswa Asal Ndoso Deklarasikan IMPN Kupang

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.