Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Disebut Bejat dan Bodoh, Warga Loha Macang Pacar Mengamuk di Inspektorat Mabar
HEADLINE

Disebut Bejat dan Bodoh, Warga Loha Macang Pacar Mengamuk di Inspektorat Mabar

By Redaksi26 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga Loha saat mediasi di ruangan kepala inspektorat Mabar
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT- Vitus Mampung dan Dorteus Samon, dua warga Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar mengamuk di Kantor Inspektorat Manggarai Barat (Mabar), Rabu, (26/4/2017).

Keduanya mengamuk lantaran auditor inspektorat pada Selasa, 25 April 2017 menyebutkan warga desa Loha bejat dan bodoh karena melapor penyelewengan dana desa untuk kepentingan mendapatkan proyek.

Vitus Mampung dan Dorteus Samon adalah warga Loha yang melaporkan kepala desa Loha, Yohanes Sartono atas dugaan penyelewengan dana desa tahun 2016 lalu senilai Rp 500 Juta di Kantor Inspektorat Mabar akhir Januari 2017 Lalu.

Disaksikan media ini, dua warga Loha  tiba di kantor Inspektorat Mabar pukul 09. 00 Wita. Setibanya di kantor itu mereka langsung mengamuk sambil menyebutkan nama kepala inspektorat dan auditor tersebut.

Suasana menjadi tenang setelah Anggota DPRD Mabar, Marselus Jeramun dan Lasapen mendatangi Kantor Inspektorat. Mereka kemudian menyelesaikan masalah tersebut di ruangan kepala inspektorat.

Kepala Desa Loha, Yohanes Sartono ikut dipanggil kepala inspektorat untuk hadir dalam mediasi itu.

Warga Loha, Dorteus Samon kepada wartawan mengatakan kepala inspektorat sudah meminta maaf atas ulah auditornya yang menyebutkan warga Desa Loha bejat dan bodoh.

“Kami sudah maafkan, tapi proses audit dugaan penyelewengan dana desa harus tetap dilaksanakan oleh Inspektorat, ” ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya mendatangi di Inspektorat Selasa, 25 April 2017 kemarin. Di Kantor Inspektorat, salah satu auditor mengatakan bahwa warga Loha bejat dan bodoh.

Tidak menerima ucapan auditor itu, pihaknya kembali datang Rabu (26/4/2017).

“Auditor itu, omong langsung di saya kalau kami bodoh dan bejat karena melapor dugaan penyelewengan dana desa kepala desa Loha, “tutur Dorteus.

Kepala Inspektorat, Sprianus Midi kepada wartawan mengatakan, hal ini hanya kesalahan yang tidak bisa dibesarkan. Auditor Inspektorat yang bernama Kristo tidak bermaksud menyinggung warga Desa Loha.

“Sudah kami mediasi, semuanya sudah selesai, ” ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya sedang melakukan audit penggunaan dana desa tahun 2016 lalu. Jika sudah audit, hasilnya akan disampaikan kepada pelapor dan pihak kepala desa mengembalikan kerugian negara ke kas negara.

Untuk diketahui, rincian pembangunan dana desa Loha yang dilaporkan warga itu yakni proyek air bersih senilai Rp 200 Juta dan telford senilai Rp 300 Juta lebih. (Gerasimos Satria/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticlePara Guru Pertanyakan TPG yang Belum Dibayar Pemkab TTU
Next Article Warga Matim Kecam Kepemimpinan Yoga

Related Posts

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.