Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Siswa SD di Lada Mese Kota Komba Tewas, Ini Penyebabnya
Regional NTT

Siswa SD di Lada Mese Kota Komba Tewas, Ini Penyebabnya

By Redaksi27 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Korban Kristina Timus (11 tahun)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Kristina Timus (11 tahun), siswa SD kelas V di Lada Mese, Desa Pongruan, Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur tewas.

“Dari hasil interogasi saksi Bernadeta (ibu korban) saat korban petik kakao dengan menggunakan alat bantu berupa sebatang bambu kecil dan diujung bambu diikat sabit untuk bisa petik kakao. Diduga saat petik kakao sabit jatuh dan kena leher korban sehingga mengakibat luka,” kata Kasubag Humas Polres Manggarai, Daniel Djihu melalui pesan WhatsApp, Kamis (27/4/2017).

Kata Djihu, peristiwa naas itu terjadi pada Rabu, 26 April 2017, pukul 14.00 Wita. Korban yang akrab di sapa Merlin itu bersama ibunya Bernadeta pergi ke kebun untuk memetik kakao. Di kebun itu korban dan ibunya  terpisah dengan jarak sekitar 11 meter.

Suasana di rumah duka korban Kristina Timus (11 tahun)

“Korban teriak minta tolong dan segera mamanya datang menolong korban yang saat itu masih di atas pohon kakao yang tingginya sekitar 5 meter. Saat mamanya datang, korban sudah dalam keadaan luka pada leher dan sabit ada di samping korban,” jelasnya.

Melihat keadaan korban, lanjut Djihu, Ibu Bernadeta langsung membawa korban ke  puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, takdir berkehendak lain. Setibanya di puskesmas, Merlin menghembuskan nafas terakhirnya.

“Saat itu mamanya bawa korban ke puskesmas tapi sampai di puskesmas ini korban meninggal,” imbuhnya. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN)

 

Manggarai Manggarai Timur
Previous ArticleSatlantas Polres Mabar Tambal Jalan Berlubang
Next Article Ini Kegiatan yang Akan Dilakukan Mensos Saat Berkunjung di Labuan Bajo

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kecelakaan Lalu Lintas

24 Juni 2026

Rokok Ilegal Humer Diduga Kuasai 50 Persen Pasar Manggarai, Bea Cukai Turunkan Tim Penindakan

19 Juni 2026
Terkini

Pemuda Katolik NTT Dukung Investigasi Kematian Dokter Icha, Desak BK DPRD TTU Gelar Sidang Etik

28 Juni 2026

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.