Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Ndora Sebut Proyek Air Bersih Senilai Rp 1,1 Miliar Mubazir
Regional NTT

Warga Ndora Sebut Proyek Air Bersih Senilai Rp 1,1 Miliar Mubazir

By Redaksi28 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Nagekeo, Syarifudin Ibrahim (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Nagekeo, Vox NTT-Warga dua desa yakni Desa Ulupulu dan Desa Ulupulu 1, Kampung Ndora, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo merasa kesal dengan proyek air bersih yang disebut mubazir.

Proyek tersebut dialokasikan melalui APBD Nagekeo Tahun Anggaran 2015 senilai 1,1 Miliar.

Wendelinus Ebo, warga desa Ndora mengaku dua desa yang menjadi sasaran hingga saat tidak menikmati air bersih. Padahal warga Ndora kerap keluhkan krisis air bersih setiap tahun.

Ia mengatakan masyarakat sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan hidup setiap hari. Sehingga melalui musrembang masyarakat mengusulkan untuk mengadakan air bersih dari Kampung Gezu, Kecamatan Keo Tengah.

“Kalau kami lihat proyek ini hanya menghabiskan dana. Kami tidak pernah manfaat air itu,”ujar dia.

Ia mengaku kesal dengan proyek pengadaan air bersih yang hingga kini tidak dinikmati masyarakat Ndora.

Wendelinus berharap ada pertanggungjawaban yang rill dari rekanan ataupun pemerintah sehingga harapan masyarakat terwujud.

“Kami minta yang pasti saja. Banyak alasan yang tidak jelas. Kalau merasa asas manfaatnya tidak ada sebaikanya diproses saja,”ungkap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Nagekeo, Syarifudin Ibrahim membenarkan bahwa masyarakat Ndora belum menikmati air bersih tersebut.

Proyek tersebut, jelas dia, disebabkan faktor sosial yang tidak mendukung sehingga penyaluran air bersih tidak tepat sasaran.

“Itu pengaruh sosial di desa Pagomogo. Pipa dipasang melalui wilayah desa itu. Jadi masyarakat menghalangi,”katanya di ruang kerja, Jumat (28/4/2017).

Informasi yang dihimpun media ini, proyek air bersih dikerjakan oleh CV Kharisma Bakti Bajawa, Kabupaten Ngada. Proyek kemudian tidak berjalan karena diduga terjadi persoalan lahan penyaluran. (Ian Bala/VoN)

Ende Nagekeo
Previous ArticleListrik Interupsi Pidato Mensos Khofifah di SDI Marombok Mabar
Next Article Menang Praperadilan, Kuasa Hukum Wili Sonbay Siap Gugat Balik Kejari TTU

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.