Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pencurian Hewan di Desa Ketang Marak, Warga Resah
Regional NTT

Pencurian Hewan di Desa Ketang Marak, Warga Resah

By Redaksi2 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tempat jualan buah-buahan warga Ketang, Kecamatan Lelak di jalan Trans Flores
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng,Vox NTT- Aksi pencurian hewan peliharaan seperti sapi dan babi di Desa Ketang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai sudah meresahkan warga setempat.

Warga Ketang, Yustina Inar dan Veronika Damung kepada VoxNtt.com, Selasa (2/5/2017), mengatakan aksi pencurian binatang peliharaan itu dilakukan hampir setiap minggu dan hingga kini belum diketahui pelakunya.

“Sapi milik Fransikus Kiku di curi sekita Februari lalu, babi milik Tanya Dora dicuri Bulan April, dua hari lalu dua ekor babi milik Emanuel Wade juga dicuri oleh orang yang tidak kenal,” tutur Yustina.

Dia mengatakan maraknya pencurian di Desa Ketang membuat warga yang memiliki hewan peliharaan tidak tidur setiap malamnya.

“Kadang bergantian seluruh anggota keluarga untuk menjaga hewan peliharaan agar tidak dicuri,” jelas Yustina.

Menurutnya, pencuri hewan peliharaan di Ketang sepertinya menggunakan kendaraan dan berkelompok.

Hal itu diketahui, ketika beberapa warga Ketang pernah melihat kendaraan yang mengangkut babi melewati jalur menuju Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai.

Sementara babi yang dicuri itu rata-rata babi besar yang harganya mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

“Mereka sepertinya bukan pencuri biasa,karena babi yang mereka ambil dari kandang tidak bersuara,” tutur Yustina.

Selain hewan peliharaan, sejumlah warga juga kehilangan pakaian dan uang di lemari.

“Bukan hanya hewan om, pakaian dan uang juga hilang di lemari,” kata Yustina.

Yustina Inar dan Veronika Damung berharap agar Polres Manggarai serius mengatasi persoalan maraknya pencurian hewan di Ketang.

“Sebab aksi pencurian hewan di Ketang saat ini membuat warga tidak tidur dengan aman di malam hari,” harap Yustina. (Gerisimos Satria/VoN)

Manggarai Manggarai Barat
Previous ArticleBegini Respon Pengurus PKH Matim Terkait Dugaan Tidak Tepat Sasaran
Next Article IMMADA dan GAMMASA Terus Galangkan Dana untuk Operasi Bayi Asal Matim

Related Posts

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.