Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»PMKRI Kupang Kecam Penangkapan Aktivis PMKRI Makasar
Regional NTT

PMKRI Kupang Kecam Penangkapan Aktivis PMKRI Makasar

By Redaksi2 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua PMKRI, Kristoforus Mbora (jas merah marun)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT– Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang, St. Fransiskus Xaverius mengutuk keras aksi represif yang dilakukan aparat kepolisian di Makasar yang berbuntut pada penangkapan sejumlah aktivis PMKRI Cabang Makasar saat aksi hari buruh sedunia, Senin (1/5/2017).

Hal ini disampaikan oleh Ketua PMKRI Cabang Kupang, Kristoforus Mbora saat dimintai tanggapannya pada Selasa (2/5/2017) di Marga PMKRI Kupang, Jalan Jend. Soeharto No. 20 Naikoten Kupang.

“Kita mengutuk keras tindakan represif yang dilakukan polisi terhadap saudara kami di Makasar, dan kita minta Kapolri untuk bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan anak buahnya di Makasar itu ” ujar Kristo.

Menurut Kristo apa yang dilakukan aparat kepolisian di Makasar itu sangat memalukan serta dapat merusak citra lembaga kepolisian yang seharusnya menjadi pelayan dan pengayom masyarakat termasuk aktivis dan mahasiswa.

“Mereka (kepolisian-red) mestinya menjadi pelayan, pengayom bagi masyarakat dan dapat memberikan jaminan keamanan terhadap masyarakat termasuk mahasiswa dan aktivis yang melakukan aksi demonstrasi” katanya.

Kristo menambahkan bahwa apa yang dilakukan oleh aktivis mahasiswa di Makasar itu adalah bentuk pertanggungjawaban moral mereka terhadap berbagai problematika sosial yang saat ini sedang melilit bangsa Indonesia.

“Apalagi mereka memperjuangkan nasib buruh yang jarang diperhatikan dari berbagai aspek terutama jaminan kesejahteraannya” tegas Kristo.

Padahal menurut dia aktivis dan mahasiswa itu bisa dijadikan sebagai mitra yang bisa disinergikan dengan kepolisian terutama dalam pembangunan bangsa ini.

Oleh karena itu ia berharap agar polisi harus lebih peka dengan kasus-kasus korupsi atau berbagai skandal lainnya yang menyeret pemerintah.

“Polisi mestinya tak usah risih dengan gerakan-gerakan yang sedang dibangun oleh aktivis mahasiswa, tetapi cobalah lebih peka dengan kasus-kasus korupsi yang melibatkan pemerintah, itu yang harus dilawan oleh Polisi, bukan malah membekingi pemerintah dan berperang dengan masyarakatnya sendiri” tegasnya.

Selain itu Kristo juga meminta kepada pihak kepolisian agar segera membebaskan aktivis PMKRI yang ditangkap itu.

Sebelumnya polisi menangkap Ketua PMKRI Cabang Makasar, Enriko dan tiga rekannya yakni Fensi, Candra dan Timo  saat sedang melakukan aksi hari buruh dunia di Makasar. (Boni Jehadin/VoN).

Kota Kupang
Previous ArticleArus Listrik Lemah, UNBK SMPN 2 Langke Rembong Sempat Terhenti
Next Article Soal Embung Wae Kebong, Ini Saran Praktisi Hukum

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.