Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Ini Penyebab Produksi Padi di ‘Lumbung Pangan’ Manggarai Menurun
Ekbis

Ini Penyebab Produksi Padi di ‘Lumbung Pangan’ Manggarai Menurun

By Redaksi4 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Area sawah Lembor, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT-Sejumlah petani di Lembor, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mengeluhkan hasil panen padi mereka yang menurun drastis selama tahun 2017.

Hal ini disebabkan oleh kelangkaan pupuk dan hama yang menyerang tanaman padi saat mulai berbuah.

Kepala Desa Daleng, Alfonsius Harto kepada VoxNtt.com, Kamis (4/5/2017) mengatakan hasil panen pada tahun sebelumnya  rata-rata mencapai 2 ton atau 40 karung bagi petani yang memiliki luas lahan sebesar 1 Ha.

Namun pada tahun 2017 para petani hanya memperoleh hasil 20 karung atau penurunan mencapai 50 %.

Diakuinya, penyebab turunnya hasil panen ini di area yang biasa dikenal dengan sebutan lumbung padi Manggarai ini disebabkan oleh kelangkaan pupuk dan hama yang menyerang padi saat mulai berbuah.

“Saat petani di Lembor butuh pupuk MPK dan Urea, pupuk itu tidak ada, pupuk baru tiba di tangan petani setelah pupuk tidak dibutuhkan lagi” tutur Harto.

Selain itu, kata dia, turunnya hasil panen disebabkan harga obat pemberantas hama yang di jual di Lembor melambung tinggi.

Ia mencontohkan obat Virtako dan explore yang harganya mencapai Rp 150 Ribu sampai Rp 200 Ribu.

“Untuk membeli obat pengusir hama yang mahal itu, sangat berat bagi petani di Lembar,”kata Alfons.

Sementara itu seorang petani, Mikael Kaus mengatakan area sawah miliknya seluas 2 Ha di Munting, Desa Siru, Kecamatan Lembor, pada tahun 2016 lalu hasilnya mencapai 90 karung atau 4 ton lebih. Namun karena kelangkaan pupuk dan hama, hasil panen tahun 2017 hanya mencapai 43 karung atau turun 50 %.

“Pupuk MPK dan Urea tiba terlambat di Lembor. Saat pupuk itu dibutuhkan petani, pupuk sudah tidak ada. Saat tidak dibutuhkan, pupuk mulai beredar di tangan petani,”ungkap Kaus.

Penyuluh Pertanian Belum Kerja Maksimal

Mikael Kaus menuturkan salah satu penyebab turunnya hasil penen karena penyuluh pertanian di Lembor belum bekerja secara maksimal.

Seharusnya kata dia, para penyuluh harus terbuka bahwa penyebab turunnya hasil panen disebabkan oleh langkahnya pupuk.

Kinerja penyuluh pertanian ini juga disorot petani Lembor lain, Ari Paung. Ia menuturkan para penyuluh pertanian di Lembor belum maksimal mengurus persoalan petani di Lembor.

“Kita menginginkan agar peran penyuluh pertanian untuk serius menyelesaikan masalah dasar petani seperti kelangkaan pupuk dan hama,” harap Air Paung. (Gerasimos Satria).

Manggarai Barat
Previous ArticleBKH Resmikan Sekretariat KKNTT Sulteng
Next Article Johnny Plate Sebut AJB Bumiputra Belum Ada Dasar Hukum

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.