Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kadis Pertanian Ngada Ajak Petani Gunakan Pupuk dan Pestisida Organik
Regional NTT

Kadis Pertanian Ngada Ajak Petani Gunakan Pupuk dan Pestisida Organik

By Redaksi10 Mei 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngada, Paskalis Wale Bau mengingatkan petani di daerah itu untuk mulai membiasakan penggunaan pupuk organik dan pestisida organik.

Kepada wartawan di ruang kerjanya Selasa, (9 /05/2017), Paskalis mengemukakan dewasa ini para petani cenderung menggunakan pupuk dan pestisida kimia yang hanya memberikan keuntungan sesaat. Namun sebenarnya sangat merugikan dan merusak lingkungan.

Hal ini menurut paskalis Wale merupakan masalah besar yang sedang dihadapi dan dipikirkan oleh Pemerintah Kabupaten Ngada.

Solusi yang sedang dikerjakan Dinas Pertanian Kabupaten Ngada saat ini adalah bagaimana upaya mengeluarkan petani dari jeratan pupuk dan pestisida kimia yang sangat masiv saat ini.

Dikatakan, Dinas Pertanian harus memiliki kemampuan bergerak menuju kemandirian, dalam hal pengadaan pupuk dan pestisida organik untuk membantu para petani.

Kepala Seksi pengolahan dan pemasaran hasil pertanian pada Dinas Pertanian Ngada Hermenegild Ruba mengatakan, pupuk dan pestisida organik yang akan dihasilkan harus mudah, murah dan melimpah. Hal itu menurut Egil Ruba bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi Mikrobio.

Dikemukakannya, wilayah pertanian Kabupaten Ngada sangat menjanjikan jika diolah secara arif dan bijaksana. Salah satu contoh tanaman Kopi bisa dijadikan barometer keberhasilan Ngada dalam tataran Dunia karena kopi organik memiliki posisi tawar di mata dunia.‎ (Arkadius Togo/VoN)

Ngada
Previous ArticleSoal Embung Wae Kebong, Ini Pernyataan Polres Manggarai
Next Article Niko Martin Sebut Rekomendasi DPRD Matim Kacau-Balau

Related Posts

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Ibu dan Anak di Aimere Ngada Jadi Korban Kekerasan

9 Juni 2026
Terkini

SMP Tujuh Tangkai Pulau Boleng Buka Pendaftaran Siswa Baru, Permudah Akses Pendidikan Anak Kepulauan

29 Juni 2026

Wali Kota Kupang: Tak Boleh Ada Intimidasi terhadap Tenaga Kesehatan

29 Juni 2026

Gubernur NTT Minta Aparat Penegak Hukum Profesional Usut Kematian Dokter Icha

29 Juni 2026

PT SJA Sosialisasikan Rencana Tambang Mangan di Reok, Warga Kampung Jengkalang Nyatakan Dukungan

29 Juni 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.