Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Nagekeo Gelar Aksi 1001 Lilin, Ini Maknanya
Regional NTT

Warga Nagekeo Gelar Aksi 1001 Lilin, Ini Maknanya

By Redaksi13 Mei 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga Nagekeo menunjukan berbagai poster saat aksi seribu satu lilin di Halaman Kantor Bupati Nagekeo (Foto : Ary Ruto)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Nagekeo, Vox NTT-Ratusan warga Kabupaten Nagekeo, Flores, NTT memadati halaman Kantor Bupati Nagekeo pada Jumad (12/5/2017) malam. Mereka melakukan aksi seribu satu lilin menyikapi situasi Nasional saat ini.

Menurut koordinator Petrus Nunu Ruto bahwa aksi seribu satu lilin ini mempunyai makna yang berbeda.

Seribu lilin untuk mengawal kebinekaan, menolak intoleransi dan meminta agar pemimpin yang jujur, bersih dan inovatif.

Sedangkan satu lilin untuk mendesak agar Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dibebaskan.

“Semua kita nyalakan untuk negara yang kita cinta ini. Kami warga Nagekeo prihatin dengan keberadaban bangsa saat ini,”ujar Ruto terpisah.

Ia menjelaskan makna gerakan seribu satu lilin untuk menjaga nilai-nilai Kebhinekaan. Bahwa Indonesia dilandasi dengan ideologi-ideologi yang dicetuskan oleh Sang Proklamator Soekarno.

“Kami mengutuk bagi orang atau kelompok yang ingin memecahbelahkan kesatuan NKRI. Kita adalah satu ideologi yaitu ideologi Pancasila,”tegas dia.

Ruto menambahkan seribu lilin yang dinyalakan untuk menyatakan bahwa NKRI harga mati. Sedangkan satu lilin untuk pemimpin yang jujur dan merakyat seperti Ahok.

Hal senada juga dituturkan Wilfridus Ara selaku korlap aksi seribu satu lilin di Mbay ibu kota Kabupaten Nagekeo.

Ia mengaku warga yang hadir dari barbagai kalangan. Aksi tersebut diisi dengan berbagai acara seperti doa bersama dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.***(Ian Bala/VoN).

Ende
Previous ArticlePemkab Matim Diminta Perhatikan Petani Kakao
Next Article Untuk Tikus Berdasi di Balik Laci-Antologi Puisi Mikhael Wora

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.