Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Longsor di Jalur Mukun-Mbajang Belum Dibersihkan, Warga Pertanyakan Hati Nurani Pemerintah
NTT NEWS

Longsor di Jalur Mukun-Mbajang Belum Dibersihkan, Warga Pertanyakan Hati Nurani Pemerintah

By Redaksi17 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Longsor di Jalur Provinsi NTT Mukun-Mbajang yang belum dibersihkan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Longsor pada jalan Provinsi NTT Mukun- Mbajang di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) pada April lalu hingga kini belum dibersihkan.

Longsor itu tepatnya di pendakian Lando, Desa Paan Waru, Kecamatan Elar Selatan-Matim.

Melihat longsor di jalur vital tersebut belum dibersihkan, warga setempat kemudian mempertanyakan keberpihakan pemerintah.

“Penderitaan warga Elar sudah berlangsung lama. Ini sudah bertahun-tahun. Sementara, motor pakai angkat dan mobil lewat jalan lain. Di mana hati nurani pemerintah? Apakah hati nurani pemerintah sudah tidak ada lagi?,” Nandichk Ferdinand , tokoh mudah asal Elar Selatan saat dihubungi VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (17/5/2017).

Nandichk mengatakan, putusnya akses transportasi ini membuat masyarakat Elar Selatan harus memutar belasan kilometer. Jalan  yang putus akibat longsor tersebut membuat warga semakin menderita.

Padahal menurut dia, jalur Mukun-Mbajang sangatlah vital bagi masyarakat pengguna jalan. Jalan ini merupakam urat nadi arus transportasi menuju Borong dan Ruteng.

“Sekarang, akibat putusnya akses transportasi tersebut warga yang hendak menjual hasil bumi  harus lalui jalan lain dengan jarak belasan kilometer. Biaya transportasi pun jadi mahal,” kata Nandichk.

Kata dia,  warga Elar berharap kepada Pemkab Matim dan Pemprov NTT agar segera membersihkan longsor di jalur ersebut.

Longsor di Jalur Provinsi NTT Mukun-Mbajang yang belum dibersihkan

“Kepada siapa lagi kami berteriak. Kami minta pemerintah bisa segera memperbaiki longsor di jalur ini. Biar akses transportasi di wilayah kami kembali lancar,” tukasnya.

Dihubungi terpisah via handphone-nya, Ory Rangkut salah satu warga Desa Langgasai, Kecamatan Elar Selatan mengatakan  ada beberapa titik  longsor di sepanjang  jalur provinsi Matim menuju Elar dan Elar Selatan.

Disampaikan Ory, longsor yang terparah ada di perbatasan yang menghubungkan desa Paanwaru dan desa Teno Mes, Kecamatan Elar Selatan.

“Dari kampung Waling tembus Lando desa Teno Mese hingga  kampung Renden desa Paanwaru ruas jalan banyak tertimbun tanah longsor. Juga Onggokkan bebatuan yang ada dibadan jalan menyulitkan pengendara bahkan nyaris mengancam nyawa,” kata Ory.

Dia juga berharap, pemerintah Pemprov NTT dan Pemda Matim segera menanggapi bencana yang menghambat akses transportasi di jalur tersebut.

“Harapannya, pemerintah segera merespon keluhan dan permintaan kami warga di Elar. Karena akses transportasi ini mendesak dan penting bagi masyarakat,” tutur Ory. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleYohana Koten, Boyong Medali Emas untuk Mabar di Popda II NTT
Next Article Gunung Inerie dan Ine Lika Aktif, Ini Perkembangannya

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.