Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Gunung Inerie dan Ine Lika Aktif, Ini Perkembangannya
NTT NEWS

Gunung Inerie dan Ine Lika Aktif, Ini Perkembangannya

By Redaksi17 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Gunung Inerie (kiri) dan Gunung Ine Lika (kanan)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Gunung Inerie dan Ine Lika adalah dua dari sekian gunung merapi di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gunung stratovolcano Inerie terletak di bagian selatan Pulau Flores, tepatnya di Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada.  Sedangkan gunung Ine Lika terletak di Desa Ine Lika, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada.

Pengamat Gunung Api Inerie, Dhanu Dwi Ariadi Rohmaniono‎ kepada VoxNtt.com di Bajawa, Rabu (17/5/2017), menegaskan dua gunung tersebut masih aktif. Namun, perkembangannya hingga kini masih dalam status normal.

Pengamat Gunung Api Inerie, Dhanu Dwi Ariadi Rohmaniono

Artinya, tidak ada perkembangan cukup berbahaya di kawasan pegunungan tersebut. Status itu diperkuat dengan data seismik yang sampai hari ini masih normal.

“Status dua gunung berapi itu dinyatakan aman. Karena hingga saat ini, berdasarkan data seismik belum malansir data terbaru terkait perkembangan gunung itu,” kata Dhanu.

Dhanu mengaku, ia terus memonitoring kedua gunung berapi itu.‎ Kegempaan di sekitar gunung juga dipantau untuk mengetahui  aktivitas magma di dalam perut gunung.

Kalaupun suatu saat nanti meletus kata dia, maka itu wajar mengingat gunung-gunung tersebut masih berstatus aktif.

“Kalau meningkat statusnya kami harus memberi warning. Tapi hingga kini belum ada laporan peningkatan aktivitas. Status gunung kan berdasarkan potensi ancamannya,” tukas Dhanu. (Arkadius Togo/VoN)

Ngada
Previous ArticleLongsor di Jalur Mukun-Mbajang Belum Dibersihkan, Warga Pertanyakan Hati Nurani Pemerintah
Next Article Kasus Raskin Kades Waling, 6 Saksi Diperiksa Tipikor Polres Manggarai

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.